Berita

Arsul Sani/net

Politik

Arsul Sani Heran Usulan PPP Dituduh Bernuansa SARA

JUMAT, 07 OKTOBER 2016 | 18:43 WIB | LAPORAN:

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yakin bahwa usulnya tentang amandemen Pasal 6 ayat 1 UUD 1945 soal Capres dan Cawapres "WNI asli" akan terwujud jika terjadi kesepakatan politik.

PPP meminta agar frasa "warga negara Indonesia asli" dimasukkan kembali sehingga menjadi bunyi pasal itu menjadi persis sebelum diamandemen oleh MPR.

Bunyi Pasal 6 ayat 1 UUD 1945 yang ada sekarang adalah, "Calon presiden dan calon wakil presiden harus seorang warga negara Indonesia sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain karena kehendaknya sendiri, tidak pernah mengkhianati negara, serta mampu secara rohani dan jasmani untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai Presiden dan Wakil Presiden".


"Kalau memang ada kesepakatan politik untuk melakukan amandmenen UU 1945, kapan pun bisa terjadi. Namun soal kapan,  wallahuallam, " kata Sekjen DPP PPP, Arsul Sani, di gedung DPR, Jakarta, Jumat (7/10).

Dia mengungkapkan bahwa sampai saat ini wacana amandemen ke-5 saja baru sebatas wacana dan belum menemui kesepakatan politik MPR RI maupun DPD RI.

Amandemen kelima terkait frasa "warga negara Indonesia asli" merupakan rekomendasi Mukernas PPP baru-baru ini. Menjawab tudingan bahwa rekomendasi PPP itu bernuansa SARA dan ketinggalan zaman, anggota Komisi III DPR ini membantahnya.

"Kenapa kalau PPP atau kelompok Islam yang bicara selalu dibilang SARA?  Tapi kalau yang lain, Ahok yang bicara, tidak dibilang SARA. Itu menjadi pertanyaan mendasar saya," ucapnya. [ald]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya