Berita

Ahmad Doli Kurnia/net

Politik

Ahmad Doli Kurnia: Kemarahan Umat Yang Dihina Ahok Berdampak Negatif Bagi Golkar

JUMAT, 07 OKTOBER 2016 | 17:57 WIB | LAPORAN:

Omongan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang mengungkit-ungkit ayat Al Quran sehingga menimbulkan polemik di tengah masyarakat dianggap telah menguji batas toleransi antar umat beragama.

"Arogansi dan sikap kasar Ahok semakin hari semakin 'melunjak', menunjukkan sikap yang jauh dari upaya membangun masyarakat Indonesia beradab, toleran, dan cinta damai," kata politisi muda Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, dalam siaran pers yang diterima wartawan, Jumat (7/10).

Menurut dia, bukan sekali saja Ahok mengundang amarah, merusak kedamaian, dan menyakiti perasaan orang lain. Bahkan kali ini, sudah sampai pada menyerang agama Islam.


"Ahok telah menghina Al Quran, yang artinya telah menghina umat Islam seluruh dunia," terangnya.

Dia menilai kontroversi yang ditimbulkan Ahok ini bukan lagi sekadar menyangkut Pilkada Jakarta, tetapi sudah merasuk ke urusan keyakinan iman banyak orang.

"Ahok bertentangan dengan Pancasila dan karakter dasar bangsa Indonesia. Saya sebagai seorang muslim dan juga kader Golkar merasa tersinggung," sesalnya.

Karena itu, Doli mendesak agar DPP Partai Golkar segera menarik dukungannya dari Ahok karena tokoh yang didukungnya itu tak sesuai lagi dengan jiwa, semangat, dan nilai-nilai yang selama ini dikembangkan Partai Golkar.

"Figur Ahok sudah tidak relevan lagi dengan Doktrin Karya Kekaryaan dan Ikrar Panca Bhakti Golkar. Sikap Ahok yang mengajak orang untuk tidak percaya Kitab Suci dan keyakinannya telah bertentangan dengan Ikrar pertama Panca Bhakti," terangnya.

Ia tegaskan, Golkar sebagai sebuah partai yang memiliki karakter nasionalis-religius tidak pantas memberikan dukungan terhadap figur anti agama dan anti persatuan bangsa.

"Saya menggugah hati nurani pimpinan dan seluruh keluarga Partai Golkar agar segera mengambil sikap cabut dukungan terhadap Ahok. Saya khawatir kemarahan umat yang dihina Ahok akan berdampak negatif terhadap Golkar," tegasnya. [ald]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya