Berita

ilustrasi/net

Hukum

Tersenggol, Polisi Aniaya Dan Ancam Tembak Wartawan

Polda Metro: Bukan Anggota Polsek Senen
JUMAT, 07 OKTOBER 2016 | 15:52 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Seorang wartawan yang bertugas sebagai kontributor salah satu stasiun televisi swasta nasional di Jakarta Pusat, bernama Saiful Anwar, dipukuli anggota kepolisian, kemarin (Kamis, 6/10), sekitar pukul 15.30 WIB petang.

Dari penjelasan pria yang akrab disapa Ipul itu, insiden bermula ketika dia hendak meliput suatu peristiwa penemuan mayat di kawasan Jakarta Pusat. Saat dia melintas di dekat fly over Senen, ia tidak sengaja menyenggol seorang anggota polisi yang sedang mengatur lalu lintas dan membuat alat komunikasi handy talky (HT) polisi itu terjatuh.

Ipul awalnya tidak mengetahui HT polisi itu jatuh tersenggol karena ia sedang terburu-buru untuk meliput. Kemudian, anggota polisi itu mengejar Ipul dengan kendaraan dan memepet dirinya sampai berhenti. Tanpa banyak omong, polisi itu langsung memukul wajah Ipul.


Ipul sempat bertanya alasan pemukulan itu, dan menjelaskan bahwa dia tengah mengejar suatu peristiwa untuk diliput sehingga terburu-buru. Ia pun meminta maaf atas perbuatannya bila telah membuat polisi itu marah.

Namun, polisi yang menurut Ipul anggota Polsek Senen itu tetap tidak terima dengan penjelasan Ipul, sehingga keduanya terlibat adu mulut. Ketika mereka sedang berdebat, sebuah mobil berhenti kemudian seorang yang juga anggota polisi turun dari dalamnya.

Ternyata anggota polisi yang baru datang itu justru ikut memukuli Ipul, bahkan sempat menodongkan pistol ke wajahnya.

"Diborgol dan dimasukkan ke dalam mobil, dipukuli kembali (di  dalam mobil) serta diancam ditembak kakinya sambil mengarahkan pistol ke arah kaki," terang Ipul, dikutip dari RMOL Jakarta, Jumat (7/10).

Tak hanya itu, Ipul mengaku dipaksa membuat surat pernyataan di atas materai untuk tidak memperpanjang kasus tersebut. Atas kejadian itu, wajah Ipul mengalami memar dan luka sobek pada bagian kanan wajah.

Hari ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono, memberikan keterangan atas insiden yang memperburuk citra kepolisian itu.. Menurut Kombes Awi, yang melakukan pemukulan terhadap Ipul bukan personel yang bertugas di Polsek Senen.

"Bukan anggota (Polisi Polsek) Senen yang melakukan itu," kata Awi kepada wartawan, Jumat (7/10).

Menurut dia, ketika polisi yang tersenggol itu mengejar Ipul, tiba-tiba sebuah mobil lewat dan pengendaranya ikut menegur Ipul atas perbuatannya. Pengendara mobil merk Kijang tersebut diduga sesama anggota kepolisian yang belum diketahui wilayah tugasnya.

"Ada pengendara mobil Kijang yang menegur, bukan anggota (Polsek) Senen. Kami akan telusuri siapa orang itu," kata Awi.

Awi menyarankan Saiful Anwar mengadukan kejadian yang dialami kepada pihak kepolisian agar masalah yang terjadi bisa didalami dengan lebih jelas. [ald]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya