Berita

Abdul Mu'ti/Net

Politik

Muhammadiyah: Selain Berani, Pemimpin itu Harus Bisa Jadi Teladan

JUMAT, 07 OKTOBER 2016 | 14:49 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Bakal calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Agus Yudhoyono-Sylviana Murni menyambangi kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Jl Menteng Raya, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (7/10).

Pasangan yang diusung koalisi Partai Demokrat, PAN, PPP dan PKB di Pilkada DKI 2017 itu dierima jajaran PP Muhammadiyah, seperti Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir; Ketua PP Muhammadiyah, Hajriyanto Thohari; Ketua PP Muhammadiyah, Noordjannah Djohantini; dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti mengatakan dalam pertemuan tertutup tersebut, mereka hanya bicara normatif. Artinya, tidak ada omongan dukung-mendukung.


"Ini silaturahim biasa. Muhammadiyah hanya menyampaikan pesan moral agar dalam bersaing secara demokratis, elegan dan bermartabat," ujar Abdul Mu'ti saat dihubungi redaksi, Jumat (7/10).

Pihaknya pun membuka ruang kepada pasangan bakal calon yang lain, Ahok-Djarot dan Anies-Sandi, termasuk bakal calon di daerah lain, untuk bersilaturrahmi dengan Muhammadiyah.

"Kami membuka diri. Organisasi ini memberikan kebebasan politik kepada anggotanya. Jadi silahkan (para calon) menjalain komunikasi merebut hati (anggota) Muhammadiyah," sebut Abdul Mu'ti.

Namun demikian, lanjut Abdul Mu'ti, Muhammdiyah dalam hasil tanwir telah rekomendasi mengenai kriteria pemimpin bangsa. Diantaranya, memiliki integritas, visioner, solidarity maker, problem solver, nasionalis-humanis, uswah (teladan), dan syaja'ah (berani membela kebenaran).

"Teladanan itu jauh lebih penting. Berani tidak cukup kalau tidak bisa jadi contoh. Termasuk, teladanan lebih penting dari pembangunan fisik," tukasnya. [rus]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya