Berita

Roy Suryo/Net

Wawancara

WAWANCARA

Roy Suryo: Saya Sudah Bertemu Imam Nachrowi, Soal Aset Kemenpora Sudah Selesai

JUMAT, 07 OKTOBER 2016 | 08:45 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kabar belum dikembalikannya aset negara oleh bekas Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo yang sempat heboh tahun lalu, ternyata belum kelar juga. Saat ini, Kemenpora kembali mengungkapkan, masih ada aset negara yang belum juga diserahkan oleh Roy Suryo.

Gara-gara masih banyak aset yang masih berada di luar, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akhirnya memberikan penilaiandisclaimer terhadap audit ke­mentrian yang kini dipimpin Imam Nachrowi.

Ketua BPK Harry Azhar Aziz mengatakan salah satu penyebab Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menda­patkan opini disclaimer karena ada sejumlah aset yang belum dikembalikan ke negara. Harry tak menjelaskan secara detail jenis aset yang belum dikemba­likan ke negara tersebut.


Lantas apa tanggapan Roy Suryo soal kewajibannya yang belum mengambalikan aset negara? Benarkan masih ada aset negara yang berada di tangan­nya? Berikut wawancara Rakyat Merdeka dengan politisi Partai Demokrat itu:

Menpora, berdasarkan au­dit BPK kembali menyebut anda belum kembalikan aset negara. Benarkah?
Semenjak tak lagi menjabat sebagai Menpora, saya sudah menyerahkan semua aset yang pernah digunakan ke negara. Memang saat itu ada pegawai Kemenpora yang tidak sengaja mengirimkan barang ke rumah pribadi. Namun setelah dike­tahui bahwa barang itu bukan miliknya, saya pun langsung mengembalikan ke negara. Semestinya tidak ada masalah lagi. Ini sudah selesai bahkan sejak dua tahun lalu.

Tapi Kemenpora menyata­kan aset yang ada pada anda belum bisa dikembalikan?
Itu tinggal masalah di internal kementerian. Kalau saya sih cuma bisa senyum aja nang­gapinnya

Kok begitu?
Sekali saya tegaskan, masalah ini sudah selesai, bahkan dari dua tahun lalu. Saya juga heran. Karena sebetulnya sekitar dua bulan lalu saya juga sudah me­nyelesaikan masalah ini. Pak Imam Nachrowi menghubungi saya, kami kemudian ketemu dan menjelaskan semuanya. Semua sudah clear.

Jadi anda bertemu dengan Menpora Imam Nachrowi?
Silakan anda tanya ke PakNachrowi atau Sestama Kemenpora yang baru, Ibu Yuni kalau tidak salah namanya. Sebagai Sestama beliau yang bertang­gung jawab terhadap seluruh aset milik Kemenpora.

Lalu kenapa bisa ada pernyataan yang berbeda?
Saya tidak tahu. Yang pasti saya sudah menyerahkan surat pernyataan yang menjelaskan masalah aset tersebut. Surat itu saya serahkan kepada Sestama Kemenpora yang baru, den­gan disaksikan Pak Nachrowi. Kemudian setelah pertemuan itu setahu saya Menpora telah men­gumpulkan kabiro -kabironya. Seperti Kabiro Perencanaan, Kabiro Rumah Tangga, Kabiro Keuangan. Sudah clear semua.

Anda mencium ada motif lain di balik isu ini?
Soal itu saya tidak bisa me­nilai. Karena saya dan Pak Nachrowi sudah berkomitmen tidak memperkeruh suasana. Silakan tanya langsung kepada Pak Nachrowi, Sestama yang baru, atau Pak Cahyan Asmara, Sestama yang baru pensiun. Dia yang mengurusi aset saat itu. Jangan yang lain.

Kenapa harus bertanya kepada mereka?
Karena mereka yang paham duduk permasalahannya. Biar semuanya jelas. Saya baru akan menanggapi lebih jauh kalau Pak Nachrowi yang menyatakan kalau masih ada aset Kemenpora di saya.

Kalau boleh tahu, sebetulnya bagaimana sih awalnya bisa ada aset Kemenpora di anda?
Saya juga tidak tahu persisnya. Kalau tidak salah, tahun 2015 BPK bilang ada aset Kemenpora di pihak lain. Ternyata, katanya ada di saya. Padahal saya sendiri yakin sudah mengembalikan se­muannya. ***

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya