Berita

Ahok/Net

Politik

PBHMI: Ahok Cerminkan Pribadi Cacat Mental

JUMAT, 07 OKTOBER 2016 | 04:30 WIB | LAPORAN:

Calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali menuai kontroversi, kemarahan dan kecaman masyarakat terkait pernyataannya tentang Surat Al-Maidah ayat 51.

Menanggapi hal itu, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PBHMI) menilai bahwa sebagai gubernur, Ahok tidak dapat memposisikan diri jadi pemimpin yang baik dan bijak. Serta mampu menjadi tempat bernaung bagi seluruh komponen masyarakat tanpa membedakan suku, ras dan agama.

"Perkataan Ahok yang menyatakan bahwa anda (umat muslim) dibodohi dengan menggunakan ayat Al Quran Surat Al-Maidah ayat 51 itu jelas sudah menistakan kitab suci Al-Quran. Sebagai umat muslim kami merasa tersinggung dan kami mengecam keras," ujar Ketua Umum PBHMI Mulyadi P. Tamsir dalam keterangannya di Jakarta (Jumat, 7/10).


Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu menempatkan dan menyesuaikan diri serta mampu menjaga etika sehingga bisa menjadi teladan bagi seluruh kelompok masyarakat.

"Ini bukan kali pertama Ahok melontarkan pernyataan kontroversial yang menyakiti perasaan masyarakat luas. Dari itu kami menilai bahwa tidak terdapat nilai-nilai kebijaksanaan yang melekat pada diri Ahok," jelas Mulyadi.

Dia menilai, gaya bicara Ahok di depan publik seolah-olah tegas dan apa adanya namun tidak beretika mencerminkan kepribadian yang cacat mental.

"Ahok harus belajar lagi cara bagaimana berbicara dengan menggunakan bahasa yang lebih bijak, santun dan beretika," ungkap Mulyadi.

Semakin panasnya persaingan politik jelang Pilkada DKI Jakarta 2017, Mulyadi berharap masyarakat bersikap tenang, bijaksana dan jangan terprovokasi oleh pihak-pihak yang sengaja mencederai proses demokrasi.

"Kita berharap proses pemilihan gubernur DKI berjalan baik dan masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan memilih pemimpin dapat menjadi teladan dan menjadi tempat bernaung bagi seluruh masyarakat Jakarta," tegas Mulyadi. [wah] 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya