Berita

Net

Politik

Jokowi Belum Jalankan Tri Layak Pekerja

JUMAT, 07 OKTOBER 2016 | 04:00 WIB | LAPORAN:

. Dalam rangka memperingati Hari Kerja Layak sedunia (International World Day for Decent Work) yang jatuh setiap tangggal 7 Oktober pemerintah dinilai belum sepenuh hati merealisasikan Tri Layak Pekerja bagi rakyatnya, yaitu kerja layak, upah layak, dan hidup layak.

Padahal tri layak bagi pekerja baik yang ada di dalam dan luar negeri merupakan hal yang dikampanyekan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat Pilpres 2014 lalu. Selain itu, dalam kerangka SDG's (sustainable development goals) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Pemerintah Indonesia, khususnya tujuan ke delapan yakni pekerjaan yang layak dalam pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketidakadilan.

"Asas kerja layak, upah layak dan hidup layak tercipta seiring dengan penguatan industri nasional seharusnya diadopsi menjadi garis kebijakan politik ketenagakerjaan negara baik politik legislasi, anggaran maupun pengawasan," jelas Andy William Sinaga selaku analisis politik dan HAM Labor Institute Indonesia kepada redaksi (Jumat, 7/10).


Menurutnya, sudah hampir dua tahun pemerintahan Presiden Jokowi, para pekerja di Indonesia masih belum mendapatkan dukungan atas kerja layak. Pelanggaran terhadap Undang-Undang 21/2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat buruh dalam bentuk memutus hubungan kerja dan mendemosi pemimpin serikat pekerja masih sering terjadi. Padahal, pemerintah telah meratifikasi konvensi ILO Nomor 87 tentang hak untuk berorganisasi.
"Pemerintah belum dapat memberikan jaminan kepastian kerja seiring masih banyaknya praktik-praktik outsourcing terselubung di dunia industri," kata Andy.

Upah layak juga belum sepenuhnya dapat dinikmati kaum buruh, di mana praktik upah murah masih ditemukan. Sementara untuk hidup layak yakni pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari pekerja dan keluarganya minimum 3000 kalori per hari masih memprihatinkan.

"Pemerintah harus mempercepat realisasi penyediaan rumah susun murah untuk buruh. Dan cakupan distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) untuk kalangan buruh dan keluarganya segera diperluas," jelas Andy.

Ditambahkannya, agar konsep tri layak pekerja berjalan dengan baik, Presiden Jokowi dapat memerintahkan Menteri Ketenagakerjaan untuk lebih intens dalam mengimplementasikannya ke dalam konsep dan program. [wah]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya