Berita

Nusantara

Pengikut Dimas Kanjeng Bawa Nama Jokowi Untuk Bujuk Petinggi MUI Sumsel

KAMIS, 06 OKTOBER 2016 | 16:44 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Selain mengumumkan ada tiga warga Sumatera Selatan yang menjadi pengikuti Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Sumsel, Amin Yati, juga mengaku dirinya sempat ditawari jadi pengikut padepokan Dimas Kanjeng.

Amin Yati menceritakan dia sempat dihubungi salah satu pengikut Dimas Kanjeng untuk mengikuti jejaknya bersama-sama di padepokan tersebut. Bahkan pengikut Dimas Kanjeng itu sempat mengklaim bahwa Presiden Joko Widodo dan para petinggi negara lain sebagai simpatisan kelompok Dimas Kanjeng.

"Salah satu pengikutnya yang pernah datang ke sana, mengaku sedang ada acara di Padepokan Kanjeng Dimas. Bapak Presiden Joko Widodo, mantan Kapolri dan Jaksa Agung juga datang. Memang pernah saya ditawari untuk ikut, tapi saya tidak yakin" ujar Amin Yati, Kamis (6/10).


MUI Sumsel sendiri telah menyatakan apa yang diajarkan oleh Taat Pribadi kepada para pengikutnya merupakan ajaran sesat dan dilarang agama. Apalagi, Taat Pribadi mengklaim bisa menggunakan kekuatan gaib untuk menggandakan uang.

"Banyak yang tergiur karena bisa menggandakan uang dalam waktu singkat. Seharusnya warga berpikir logis, tidak ada uang bisa digandakan tanpa bekerja dan usaha," kata dia, dikutip dari RMOL Sumsel.

Sebelumnya MUI Sumsel membeberkan bahwa tiga warga Sumatera Selatan telah menjadi pengikut dari Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang kini telah ditahan Polda Jawa Timur terkait kasus penipuan dan pembunuhan.

Amin Yati, mengatakan, tiga warga Sumsel tersebut tinggal di kawasan Kelurahan Borang Kecamatan Sako Kota Palembang, kawasan Keramasa Kabupaten Banyuasin dan Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin.

Yang lebih menarik, salah seorang warga Sumsel yang menjadi pengikut Dimas Kanjeng tersebut sehari-hari dikenal sebagai kiai atau alim ulama. Yang lainnya adalah pengusaha menengah ke bawah.

MUI Sumsel berencana mengumpulkan para pengikut Dimas Kanjeng itu untuk dibina. Kendalanya adalah posisi tiga warga tersebut sudah tidak diketahui.

"Kami masih mencari lokasi mereka di mana karena di tempat tinggal mereka sekarang sudah tidak ada lagi," aku Amin Yati. [ald]

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

UPDATE

Menteri Haji Usul BPIH 2027 Naik 10-15 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:22

Perpres Ojol 2026 Dikebut, Ini 3 Tarif yang Bakal Diatur Pemerintah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:12

Film Insidious: Out of the Further Resmi Tayang di Indonesia, Ini Sinopsisnya

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:01

Penyegaran AKD Golkar Strategis Perkuat Kinerja DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:54

Rupiah Menguat Rp17.840 Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:38

Trump Hentikan Latihan Militer AS-Korsel Lebih Cepat Demi Hubungan Baik dengan Korut

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:26

IGCE 2026 Momentum Indonesia Jadi Raksasa Geothermal Dunia

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:23

Polri-Kejagung Kompak Minta Hakim Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:21

Mantan Pelatih Pelatnas Panjat Tebing Jadi Tersangka Pelecehan Atlet

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:01

Gerak Cepat Pemerintah Harus Dirasakan Rakyat NTT

Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:45

Selengkapnya