Berita

Foto/Net

Nusantara

BNPB Inisiasi Kerja Sama Pemanfaatan Drone

KAMIS, 06 OKTOBER 2016 | 14:51 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam pemanfaatan Aerial Vehichle (UAV) atau drone di bidang penanggulangan bencana. BNPB telah memanfaatkan UAV bukan hanya sebatas pada kaji cepat tetapi juga pemetaan secara near real time untuk analisis kebencanaan sehingga target pemerintah dalam pengurangan risiko bencana dapat terbantu.

Terkait dengan pemanfaatan UAV, Presiden RI Joko Widodo memberikan tanggapan positif terhadap hasil pemetaan melalui teknologi ini. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BNPB Willem Rampangilei pada saat melakukan presentasi hasil UAV di hadapan Presiden pada kunjungan pascabencana banjir bandang Garut di Pos Komando Tanggap Darurat Garut, Garut, Jawa Barat, Kamis lalu (29/9).

Sementara itu, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Tri Budiarto mengatakan bahwa kerja sama dan kolaborasi untuk memaksimalkan fungsi UAV telah menjadi kebutuhan mendesak BNPB dan pengiat UAV.


"Kerja sama yang dilakukan baik berupa saling berbagi dalam metode pelaksanaan, pemanfaatan hasil, maupun dari sisi cakupan wilayah, khususnya ketika terjadi bencana, demi kemanusiaan," kata Tri pada sambutan pembukaan seminar Pemanfaatan UAV untuk Penanggulangan Bencana, di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (6/10).

Sebelumnya, kegiatan pemotretan dan pemetaan bersama menggunakan UAV antara BNPB, Badan Informasi Geospasial (BIG), dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), termasuk berbagi data serta hasil analisisnya telah dilaksakanan pada kejadian bencana longsor dan banjir bandang di Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang akhir Juni lalu. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama yang bagus, terutama bagi penggiat UAV di kalangan pemerintah, khususnya yang bergerak di kebencanaan dan kemanusiaan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menambahkan bahwa penyelenggaraan seminar ini sebagai sarana koordinasi dan kolaborasi di antara penggiat UAV baik di lingkungan instansi pemerintah, akademisi, maupun pelaku kebencanaan yang lain.

Menurut Sutopo, pemanfaatan UAV memiliki banyak keuntungan dari sisi waktu, biaya, jumlah personel sebagai operator, maupun risiko di lapangan.

Teknologi UAV masih relatif baru untuk BPPT. Namun perkembangan teknologi ini sangat cepat. BPPT mengembangkan UAV dengan fokus pengetahuan. Hal tersebut dicontohkan hasil pemotretan dengan UAV berteknologi GPS dan kamera beresolusi tinggi mampu menangkap benda yang sangat kecil.

Pakar georadar BPPT Agus Kristijono mengkisahkan bagaimana teknologi UAV mampu memotret rekahan dari ketinggian. "Rekahan dapat diamati dari darat dan udara, kemudian kita gabungkan. Hasil kita berikan kepada BNPB dan pemerintah daerah. Dari hasil pemotretan, kita dapat melihat secara geomorfologi bahwa lokasi terdampak seperti mangkok. Pengetahuan ini yang akan kita sampaikan," kata Agus mengenai kontribusi UAV pascabencana banjir Garut.

Sementara itu, BIG juga menggunakan teknologi UAV dalam konteks tematik. Memang melalui teknologi ini, pemetaan spasial dapat dilakukan secara cepat. BIG turut mendukung BNPB dalam pemetaan seperti pada bencana erupsi Gunung Sinabung 2013 maupun institusi KPK dalam konteks menganalisis kerugian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah. "Kita optimalkan teknologi ini bersama-sama. BIG juga memiliki tim reaksi cepat untuk membantu BNPB terkait pemetaan dasar tematik," ujar Yoniar Hufan, narasumber BIG pada acara seminar tersebut.
 
"Koordinasi dan kolaborasi yang dilakukan khususnya dalam upaya penanggulangan bencana. BNPB mengharapkan setelah seminar ini akan terbentuk Forum UAV for Humanitarian," ungkap Sutopo. Seminar ini menghadirkan beberapa narasumber BNPB, BIG, BPP, BPPT, Lapan, TNI AD, UGM, dan Ketua Forum PRB Jawa Barat. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya