Berita

Foto/Net

Nusantara

BNPB Gelar Pertemuan Jelang "Geladi Ruang" Gempabumi Dan Tsunami

KAMIS, 06 OKTOBER 2016 | 08:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyelenggarakan pertemuan perencanaan final membahas geladi ruang ancaman gempabumi dan tsunami, di Kota Ambon, Provinsi Maluku, Selasa (4/10).

Geladi ruang atau table top exercise (TTX) ini merupakan kegiatan yang melibatkan komunitas internasional. Tidak hanya organisasi internasional yang akan terlibat dalam TTX tersebut tetapi negara-negara asing seperti Australia, Kamboja, Laos dan Thailand.

Sementara itu organisasi internasional yang berpartisipasi antara lain UNOCHA, UNWFP dan AHA Centre. Sedangkan peserta dari Indonesia terdiri atas BNPB, Kementerian/Lembaga terkait, TNI, Polri, dinas dan badan di Provinsi Maluku, Kabupaten Maluku Tengah dan Kota Ambon.


Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan s

"Secara keseluruhan kegiatan ini bertujuan untuk memahami pentingnya upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah di semua level dalam menghadapi ancaman bencana, khususnya gempabumi dan tsunami," kata Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Wisnu Widjaja, Rabu (6/10).

Wisnu menambahkan latar belakang tatanan tektonik wilayah Maluku memdorong Pemerintah dalam hal ini BNPB dengan dukungan Emergency Management Australia (EMA) menyelenggarakan TTX Internasional.

TTX sendiri akan berlangsung pada November 2016 dengan tema "Promoting EAS Rapid Disaster Response Toolkit as Regional Protocol in Strengthening Effective Collaborative Disaster Response and Resilience in the Region". Pertemuan perencanaan finak ini sendiri berlangsung pada 4-5 Oktober 2016 di The Natsepa Hotel, Kota Ambon.

Wisnu mengungkapkan berdasarkan tatanan tektonik wilayah Maluku terbagi dalam tiga rumpun tektonik dengan potensi gempa yang dapat memicu tsunami, seperti di wilayah Laut Maluku (Maluku Utara), wilayah Laut Seram, dan wilayah Laut Banda (Ambon dan Banda Neira, serta kepulauan di Maluku Tenggara dan Maluku Barat Daya).

Wilayah Maluku yang berada pada gugusan "ring of fire" menyebabkan adanya patahan-patahan besar dan kecil yang membelah Kepulauan Maluku. Di sisi lain, zona subduksi di Samudra Hindia antara lempeng Australia dan lempeng Pasifik menyebabkan wilayah-wilayah tadi menjadi zona tektonik aktif.

"Kondisi ini menjadikan wilayah Provinsi Maluku sebagai wilayah rawan bencana gempabumi, terutama di wilayah-wilayah pantai yang bertopografi datar yang rawan terhadap bencana tsunami," ujar Wisnu.

Dari hasil kajian ahli para tsunami, tujuh kabupaten/kota di Provinsi Maluku yang memilki tingkat risiko tinggi yaitu Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Halmahera Tengah, Kepulauan Sula, Halmahera Selatan, Halmahera Utara dan Kota Ambon. Sedangkan tingkat tiga wilayah yaitu Buru, Seram Bagian Barat dan Halmahera Barat tingkat risiko sangat tinggi.

"Berdasarkan data sejarah Tsunami di Indonesia pada kurun waktu 1965-2016 Indonesia dilanda setidaknya 17 kali kejadian gempabumi dan tsunami dengan tsunami terbesar melanda Provinsi Aceh pada tahun 2004 dengan korban tewas yang mencapai angka lebih dari 230.000 orang," tukas Wisnu. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya