Berita

Net

Politik

Generasi Muda Butuh Perhatian Negara

KAMIS, 06 OKTOBER 2016 | 06:00 WIB | LAPORAN:

Perkembangan zaman dan teknologi di era modern ini lebih banyak memberikan dampak negatif terhadap perilaku remaja. Karenanya, pemerintah harus memberi perhatian dan perlindungan lebih untuk menyelamatkan generasi muda Indonesia dari dampak buruk.

"Dampak yang diberikan lebih banyak hal-hal negatif daripada hal yang positif," kata anggota Komisi IX DPR RI Ali Mahir kepada redaksi, Kamis (6/10).

Dia menuturkan bahwa dampak negatif tersebut berkaitan dengan masalah seksualitas. Hamil di luar nikah, aborsi, terjangkit AIDS sampai penyalahgunaan narkoba menjadi hal yang sering terjadi.


Menurut Ali, generasi muda dalam kondisi itu tentu saja membutuhkan penanganan serta informasi yang seluasnya. Terutama mengenai kesehatan reproduksi untuk menata masa depan dengan baik serta meninggalkan perilaku yang tidak bermanfaat dan merusak masa depan itu sendiri.

"Menjalani kehidupan remaja yang jauh dari perilaku seks bebas, pernikahan dini dan ketergantungan pada obat-obatan terlarang serta menjauhkan diri dari bahaya AIDS tentulah membutuhkan perhatian kita semua," jelasnya.

Ali menegaskan bahwa remaja dan generasi muda Indonesia tidak bisa berjalan sendiri tanpa pendampingan orang tua, lingkungan masyarakat, serta negara. [wah]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya