Berita

Muhaimin Iskandar/Net

Wawancara

WAWANCARA

Muhaimin Iskandar: Seandainya Anggota Partai, Bu Sylvi Mungkin Yang Akan Kita Usulkan Jadi Cagub

SENIN, 03 OKTOBER 2016 | 08:34 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pria yang akrab disapa Cak Imin ini mengambil langkah berseberangan di Pilkada DKI dengan PDIP yang menjadi mitra koalisinya di pemerintah. Cak Imin pilih mendu­kung duet Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, ketimbang mendukung jago PDIP Basuki Tjahaja Purna­ma-Djarot Saiful Hidayat.
 
Berikut pemaparan kepona­kan Gus Dur ini terkait taktik yang akan dijalankan partain­ya untuk memenangkan duet Agus-Sylvi, serta plus-minus dari pasangan jagonya.

Selain itu, Cak Imin juga sempat mengomentari sikap Gubernur Ahok yang ogah mengambil cuti kampanye serta terkait isu pilpres;


Partai Anda dukung Agus-Silvy, targetnya berapa pu­taran nih?
Basis NU soalnya kan full sup­port. Kami akan susun pemetaan pemenangan. Survei terus di­lakukan, trennya terus positif. Agus-Silvy pasti menang satu putaran.

Banyak kalangan menilai Agus belum punya pengalaman di pemerintahan dan masih terlalu muda. Kalau jadi gu­bernur nanti apa bisa ngurus pengangguran, kemiskinan, kemacetan, dan lainnya?

Ya memang, kombinasinya kan ada Bu Silvy di situ. Yang sudah sangat panjang kariernya di birokrasi dan pemerintahan. Nanti Bu Silvy menjadi motor utama.

Lah lantas Agus sebagai apa dong?
Sementara Agus punya kapasitas intelektual, pengalaman, di berbagai negara juga akan menjadi modal. Tapi tidak kha­watir dengan kombinasi Bu Silvy dan Agus ini Jakarta akan lebih baik.

Kenapa enggak Bu Silvy saja yang jadi cagubnya?
Iya, itu kan kewenangan partai ya. Jadi Bu Silvy bukan orang partai, Agus orang partai.

Jadi Agus posisinya diun­tungkan oleh keberadaan Pak SBY dong?

Betul. Seandainya Bu Silvy anggota partai, mungkin Bu Silvy yang akan kita usulkan.

Oh ya, kalau dilihat pilkada kali ini punya potensi memun­culkan isu SARA, menurut Anda batasan-batasan SARA itu seperti apa?
Sebetulnya tidak perlu kha­watir soal isu SARA, yang paling penting menjadi kori­dornya adalah tidak memanas-manasi masyarakat. Perbedaan itu biasa.

Kok tidak perlu khawatir?
Sampai hari ini, hanya orang-orang tertentu saja yang rawan menyuarakan isu SARA, itu kita sudah tahu. Makanya kita mau isu SARA itu diangkat di dalam kampanye. Sudah sepi kok isu SARA. Sudah nggak ada.

Masak sih?
Amatan saya tiga bulan tera­khir ini sudah tidak ada isu SARA.

Bagaimana dengan rencana Ahok, yang kabarnya kembali ngotot tidak mau ambil cuti?

Ya, dengan tidak cuti kita kha­watir memanfaatkan kekuasaan untuk kemenangannya.

Memangnya Anda sudah menemukan indikasi yang mengarah ke situ?
Belum... Belum.

Tapi Yusril, sudah menarik gugatan dari MK, karena eng­gak ikut bertanding di pilgub. Apa ada pembahasan di inter­nal menyikapi hal ini?
Belum, belum kita bahas. Tapi kita serahkan kepada para hakim MK.

Jika nanti gugatan Pak Ahok yang dimenangkan oleh MK, apa enggak masalah bagi PKB?
Ya risiko harus kita hadapi. Tapi saya yakin hakim-hakim MKsangat arif lah, supaya tidak ada pemanfaatan kekuasaan untuk kemenangan dirinya. Tapi sekuat apapun rekayasa, saya yakin Ahok tumbang. ***

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Ramos-Horta Puji Toleransi dan Ketangguhan Rakyat Indonesia

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:17

Polisi Konfirmasi Korban Tewas saat Demo DPR Seorang Pedagang Cermin

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:10

Aturan Turunan UU DKJ Harus Rampung Sebelum Keppres IKN Terbit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:09

Astra Sudah Jangkau 35.726 Warga Lewat 7 Posko Gempa NTT

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:04

Penanganan Karhutla di Riau Jadi Contoh yang Baik

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:01

Budi Arie Pasang Badan Cuci Nama Jokowi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:00

Peluncuran Wajah Baru RS Tria Dipa, Hadirkan Teknologi Medis Teranyar

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:57

BI: Daripada Kredit, Mayoritas Bank Parkir Likuiditas di Surat Berharga

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

LPJ Diterima, Gus Yahya Akui Tak Sempurna Pimpin PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

Pengusutan Dugaan Korupsi di Pemkab Bogor Merembet ke Dinas Pendidikan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya