Berita

Net

Hukum

Relawan Jokowi Apresiasi Kejati Sultra Tahan Pengemplang Pajak

JUMAT, 30 SEPTEMBER 2016 | 22:38 WIB | LAPORAN:

Sentral Gerakan Rakyat Jokowi-JK (Segera JJ) menilai tindakan Kejati Sulawesi Utara melakukan penahanan terhadap Fahlawi Mudjur Saleh alias Selie sudah tepat.

Menurut Ketum Segera JJ Akhrom Saleh menjelaskan, Fahlawi merupakan aktor utama manipulasi laporan hasil produksi emas PT Panca Logam Makmur di tahun 2010-2011. Di samping tugasnya sebagai kepala Biro Administrasi Keuangan PT PLM merangkap sebagai pengendali produksi, penjualan emas dan keuangan.

"Berkaitan dengan keuangan perusahaan, Selie dan Tommy Jingga selaku direktur saat itu menggunakan rekening pribadi. Ini jelas melanggar hukum. Apakah cara ini bukan untuk memanipulasi laporan keuangan atau untuk mengelabui pendapatan negara sehingga lari dari kewajiban yang harus dibayarakan ke negara," jelasnya kepada wartawan, Jumat (30/9).


Menurut Akhrom, pada tahun 2010-2011, pendapatan emas PT PLM cukup besar dan seharusnya dilaporkan kepada pemerintah dengan sebenarnya. Namun, yang terjadi adalah manipulasi penghasilan produksi emas sehingga merugikan keuangan daerah dan negara.

"Karena itu, langkah tegas Kejaksaan Tinggi Sultra melakukan penahanan kepada Selie patut diapresiasi karena merupakan kejahatan serius. Apalagi mengingat menjadi bagian program pemerintah untuk menggenjot pendapatan dari pajak ataupun pendapatan negara bukan pajak," bebernya.

Akhrom, keterangan Fahlawi yang berstatus tersangka bahwa tindakan yang dilakukannya telah berkoordinasi dengan RJ. Soehandoyo selaku komisaris PT PLM perlu diluruskan. Karena justru Soehandoyo yang telah melaporkan Fahlawi dan Tommy Jingga ke Polda Sultra dijatuhi vonis oleh PN Kendari dengan hukuman tiga tahun penjara.

Untuk itu, Segera JJ mendukung program pemerintah yang sedang gencar menindak tegas pengusaha pengemplang pajak dan royalti.

"Sangat diharapkan proses kasus ini, Kejati Sultra dapat membongkar sampai ke akarnya karena uang hasil penjualan emas PT PLM mengalir ke rekening pemegang saham mayoritas di Surabaya," tegas Akhrom. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya