Berita

Sugianto Kusuma/net

Hukum

Mungkin KPK Tak Temukan Data Apa-Apa Terkait Keterlibatan Aguan

JUMAT, 30 SEPTEMBER 2016 | 14:04 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pakar hukum, Margarito Kamis, tidak heran jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berbaik hati kepada bos Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan.

Aguan dicegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan sejak 1 April 2016 lalu terkait kasus suap pembahasan Raperda yang berkaitan dengan reklamasi Teluk Jakarta. Namun, saat ini KPK memutuskan tidak memperpanjang masa cegah Aguan yang akan berakhir besok.

"Saya senang sajalah kalau KPK baik kepada Aguan. Ya, bagus juga sekali-sekali KPK mesti baik hati. Apalagi beliau (Aguan) beberapa waktu lalu diundang ke Istana. Mungkin dia penting untuk presiden. KPK mesti perlakukan dia baik," sindir Margarito Kamis, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (30/9).


"Dia orang penting bagi presiden, masak KPK mau ngaco? Apalagi kalau KPK tak temukan data apa-apa," tambah Margarito.

Margarito mengatakan, bisa jadi memang KPK tidak memiliki data apapun sebagai dasar memperpanjang status cegah bagi Aguan. Namun, dia sayangkan mengapa KPK di awal kasus ini bergulir seolah sangat percaya diri bahwa perkara ini grand corruption yang melibatkan orang-orang besar.

"Saya kira karena mereka tidak punya-apa jadi (Aguan) mesti dilepas. Di awal saja KPK sudah heboh, ternyata sekarang terbukti (kasusnya) kerupuk," ujarnya.

Meski begitu Margarito tetap yakin kasus reklamasi Teluk Jakarta adalah perkara grand corruption karena melibatkan nilai uang dalam jumlah sangat besar.

"Yang grand itu jumlah korupsinya. Bayangkan sebuah perusahaan swasta sudah kasih bantuan ke Pemprov DKI sebesar triliunan rupiah tanpa dasar hukum," jelasnya.

Diberitakan beberapa waktu lalu, terdakwa dalam perkara ini, mantan Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja, mengakui hal mengejutkan ketika dihadirkan Jaksa Penuntut Umum KPK untuk menjadi saksi terdakwa bekas Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Mohamad Sanusi. Ariesman mengaku telah mengelontorkan dana sebesar Rp 1,6 triliun kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Menurut Ariesman, uang tersebut sebagai bagian tambahan kontribusi dari PT Muara Wisesa Samudera dan PT Jaladri Kartika Paksi terkait proyek reklamasi Teluk Jakarta. Kedua perusahaan itu adalah anak perusahaan PT Agung Podomoro Land yang dipimpin Ariesman.

Margarito membandingkan perlakuan KPK dalam kasus reklamasi dengan perlakuan KPK dalam perkara dugaan korupsi pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP) kepada PT Anugrah Harisma Barakah (PT AHB) yang menjerat Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam.

"Dalam kasus reklamasi KPK melempem, tapi jadi jagoan dalam kasus Nur Alam, dalam hal penerbitan surat izin usaha. Apakah karena KPK tahu di sana ada orang kecil dan di sini ada orang besar?" ungkapnya. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya