Kontingen Jawa Barat diÂpastikan tampil sebagai juara umum PON XIX 2016, setelah meraih total 531 medali, dengan rincian 217 emas, 157 perak, dan 135 perunggu hingga kemarin.
Jawa Barat juga menjadi daerÂah dengan atlet peraih medali emas terbanyak. Ini menciptaÂkan sejarah baru di ajang empat tahunan ini. Pertama kali sepanÂjang penyelenggaraan PON, satu kontingen meraup lebih dari 200 medali emas.
Produktivitas Jabar dalam perolehan medali pada PON XIX/2016 itu juga tidak lepas dari adanya penambahan nomor pertandingan. Tepat di belakang tuan rumah ada kontingen
Jawa Timur membuntuti di posisi kedua dengan total 404 medali dengan rincian 132 emas, 138 perak, dan 134 perunggu. Kontingen Ibu Kota harus puas di peringkat ketiga dengan total 374 medali yang terdiri 132 emas, 124 perak, dan 118 perunggu. Sedangkan kontingen Sulawesi Barat di urutan paling buncit dengan memperoleh satu medali perunggu.
Ketua PB PON XIX, 2016 Jabar, Ahmad Heryawan (Aher) mengungkap rahasia dibalik kesuksesan kontingennya. Diungkapkan, pembinaan berkala menjadi kunci sukses.
"PON 2016 karena kita tuan rumah, kita mempersiapkan emÂpat tahun sebelum PON. Resep besarnya itu," ungkapnya.
Pada PON kali sebanyak kurang lebih 66 rekor tercipta di berbagai cabor yang dipertandÂingkan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016. Baik rekor PON, rekor nasional, maupun rekor Asia.
Dari cabor renang, sebanyak 29 rekor PON dan delapan rekor nasional terpecahkan. Untuk angkat besi, tujuh rekor PON mampu dipecahkan. Cabor selam juga memecahkan lima rekor PON dan satu rekor Asia.
Di angkat berat tiga rekor PON dan tiga rekor nasional juga terpecahkan. Rekor terakhir tercipta di cabor atletik yaitu memecahkan enam rekor PON dan lima rekor nasional.
Perhelatan PON kali ini juga tercatat memecahkan lima rekor baru, yakni Pembukaan PON termegah, perebutan medali emas terbanyak yakni 754 medali atau 754 nomor pertandingan, kirab api PON terpanjang dengan meÂnempuh jarak 1.004,5 kilometer yang melibatkan ribuan orang di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, dimeriahkan 16 atlet legenda Indonesia pada acara pembukaan, melahirkan atlet pemecah rekor, salah satunya, atlet angkat berat asal Jawa Barat Susi Susanti yang turun pada kelas 52 kilogram berhasil memecahkan enam rekor yakni tiga rekor PONdan tiga rekor nasional.
Tidak ada gading yang tak retak, tak ada yang sempurna. Demikian pula dengan PON XIX, 2016 yang menjadi kritik keras dari peserta baik karena dugaan keberpihakan terhadap tuan rumah yang memicu kericuhan dan protes keras di beberapa pertandingan.
Dengan terciptanya juara baru di PON ke-19 Jawa Barat, maka berakhir pula rangkaian acara multievent yang digelar setiap empat tahun sekali ini.
Secara resmi PON ditutup Wakil Presiden Jusuf Kalla, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Gedebage, kemarin. Acara ini juga sekaligus menyerahkan bendera kepada tuan rumah yang baru yaitu Papua pada tahun 2020. ***