Berita

Nazaruddin

Hukum

Nazaruddin Desak KPK Periksa Mantan Mendagri

SELASA, 27 SEPTEMBER 2016 | 21:54 WIB | LAPORAN:

Mantan Bendahara Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, menyesali langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang lambat dalam menuntaskan kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP.

Meski dirinya telah membeberkan adanya dugaan korupsi di pengadaan e-KTP, namun lembaga antirasuah tak mempercayai sejumlah informasi yang telah diungkap olehnya.

"Kan yang laporan saya, yang katanya bohong soal e-KTP, sekarang buktinya benarkan, ada korupsi di e-KTP senilai Rp2 Triliun," ujar Nazar usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Sugiharto di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (27/9).


‎lebih lanjut, Nazaruddin kembali mengungkapkan adanya pihak lain yang ikut terlibat dalam kasus tersebut.

Kali ini, Nazar menyebut mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi turut menerima gratifikasi terkait proyek e-KTP. Dirinya berharap KPK menindaklanjuti kasus ini dengan meminta keterangan Gamawan. Sebab Nazar menilai, KPK telah memegang data terkait besaran uang gratifikasi yang diterima Gamawan.

"KPK kan memberantas untuk gratifikasi, yang terima gratifikasi kan salah satunya, ya menterinya (Gamawan Fauzi). KPK itu sudah punya datanya semua, Gamawan terima uang berapa," ujar Nazar.

"Sekarang yang pasti e-KTP sudah ditangani oleh KPK, kita harus percaya dengan KPK. Yang pasti mendagrinya harus tersangka," pungkasnya.

Dalam berbagai kesempatannya, Nazaruddin acapkali mengungkapkan pihak-pihak yang ikut terlibat dalam kasus pengadaan e-KTP. Salah satunya, keterlibatan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Setya Novanto.

Menurut Nazar, Novanto merupakan pihak yang memberi perintah untuk mengatur proyek e-KTP dan pembagian fee ke sejumlah pihak.

Dalam proyek ini, lima perusahaan BUMN dan swasta menjadi konsorsium pemenangan tender pengadaan. Mereka adalah PT Len Industri, Perum Percetakan Negara (Peruri), PT Sucofindo (Persero), PT Quadra Solution, dan PT Sandipala Arthapura.

Dirut Sandipala Paulus Thanos juga pernah mengakui bila Novanto merupakan otak intelektual dalam kasus korupsi e-KTP.

Meski demikian, Novanto sudah membantah keterlibatannya dalam kasus ini. Menurut Novanto, baik Nazaruddin ‎maupun Paulus Thanos hanya mengada-ada. Mantan Ketua DPR RI itu menegaskan, tak terlibat dalam kasus tersebut.

KPK telah mendalami kasus e-KTP pada tingkat penyidikan hingga dua tahun lebih. Pada kasus ini, KPK baru menetapkan satu tersangka, yakni Sugiharto.

Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri itu dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Sugiharto juga berperan sebagai pejabat pembuat komitmen dalam sengkarut proyek senilai Rp 6 triliun itu. Dia diduga telah menyalahgunakan kewenangan sehingga merugikan keuangan negara sebesar Rp 2 triliun. [zul]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya