Berita

Yusril Ihza Mahendra/Net

Politik

Yusril: Saya Wait And See, Bisa Saja Ada Calon Yang Diciduk KPK

SELASA, 27 SEPTEMBER 2016 | 16:33 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Tokoh politik yang gagal maju ke pentas Pilkada Jakarta, Yusril Ihza Mahendra, kini tengah mempertimbangkan dukungan politik kepada salah satu pasangan calon yang sudah mendaftar ke KPU DKI Jakarta.

KPU Jakarta telah menerima pendaftaran tiga pasangan untuk maju ke Pikada Jakarta 2017, yakni Basuki Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Yusril mengatakan, tiga pasangan itu pasti tengah bersiap untuk menggalang dukungan, termasuk "menggarap" tokoh-tokoh politik  yang diprediksi mempunyai pengaruh kepada para calon pemilih dalam menentukan pilihan.


"Ke mana dukungan akan saya arahkan? Untuk saat ini, saya masih bersikap wait and see sambil menimbang-nimbang dan mengamati perkembangan pasca ditutupnya pencalonan 23 September 2016. Saya wait and see dulu," ujar Yusril dalam keterangan persnya (Selasa, 27/9).  

Secara implisit Yusril meyakini pengaruh politiknya cukup kuat kepada para calon pemilih di Jakarta. Ia ingatkan, elektabilitasnya mencapai angka 47 persen pada malam tanggal 22 September 2016, sehari sebelum pendaftaran ditutup KPU DKI.

"Saya yakin ke mana arah dukungan saya berikan akan mempengaruhi pilihan para pemilih dalam Pilkada DKI 2017. Memang sejauh ini sudah ada Tim Sukses pasangan calon yang sedang berusaha  mendekati saya, tetapi baru pada tahap penjajakan," jelasnya.

Yusril memberi sinyal, dukungan politik resmi kepada salah satu pasangan calon akan dia berikan setelah melihat situasi satu bulan ke depan, alias sampai 23 Oktober. 

Alasannya sederhana. Bisa jadi dalam satu bulan ke depan akan ada pergantian calon dari parpol karena gagal dalam persyaratan. Bahkan, ada kemungkinan salah satu calon ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena terlibat korupsi.

"Saya akan mengamati sampai mereka ditetapkan sebagai calon tetap. Sebab, dalam sebulan ini bisa saja ada pergantian calon. Bisa saja ada calon yang diciduk KPK, dinyatakan tersangka, atau tidak memenuhi syarat ujian kesehatan, tidak lulus tes kejiwaan dan sebagainya," kata dia.

"Sebab itu dia saya tidak ingin buru-buru memutuskan untuk mendukung salah satu dari tiga paslon," pungkas Yusril. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya