Berita

Hukum

Bongkar Rapat Setengah Kamar, KPK Periksa Kabag Sekretariat Komisi V DPR

SELASA, 27 SEPTEMBER 2016 | 14:09 WIB | LAPORAN:

. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mencari para pihak yang terlibat dalam dugaan suap proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera).

Kali ini penyidik memeriksa Kepala Bagian Sekretariat Komisi V DPR, Prima MB Nuwa, sebagai saksi untuk anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PAN, Andi Taufan Tiro, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap proyek di Kemenpupera.

Kuat dugaan, penyidik ingin mendalami kewenangan Andi sebagai Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PAN di Komisi V DPR, serta rapat setengah kamar yang dilakukan pimpinan Komisi V DPR, Kapoksi dan perwakilan dari Kemenpupera.


"Ya, yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ATT (Andi Taufan Tiro)," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati, saat dikonfirmasi, Selasa (27/9).

Prima sendiri adalah orang yang ditugaskan untuk mengirim undangan "rapat setengah kamar" melalui pesan singkat kepada pihak Kemenpupera.

Rapat yang berlangsung pada 14 September 2015 itu diduga untuk mematangkan proyek program aspirasi infrastruktur jalan di Maluku dan Maluku Utara.

Informasi mengenai "rapat setengah kamar" muncul dalam persidangan terdakwa Damayanti Wisnu Putranti. Eks anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDIP itu menyebut ada rapat tertutup di Komisi V DPR RI antara pimpinan Komisi dan pihak Kemenpupera.

Pejabat Kemenpupera yang hadir di antaranya Sekretaris Jenderal, Taufik Widjojono, serta Kabiro Perencanaan dan Anggaran, Hasanuddin.

Sedangkan pimpinan Komisi V DPR RI yang hadir, antara lain, Kapoksi Hanura Fauzih Amro, Kapoksi PKB Mohamad Toha, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Lazarus dan Michael Wattimena, serta Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis.

Fary Djemi Francis memang pernah diperiksa KPK terkait kasus suap proyek di Kemenpupera. Kala itu, Fary diperiksa sebagai saksi Andi Taufan Tiro. Andi merupakan wakil rakyat ketiga yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Sebelumnya, ada nama Damayanti dari Fraksi PDI Perjuangan dan Budi Suprianto dari Fraksi Golkar.

Usai diperiksa, politisi Partai Gerindra itu mengaku ada 15-20 pertanyaan yang dilayangkan penyidik KPK. Kuat dugaan, salah satu pertanyaan penyidik KPK terkait dengan "rapat setengah kamar". [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya