Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Pengamat: Pilkada Jakarta Ajang Eksperimen Jadikan RI Negara Sekuler

SELASA, 27 SEPTEMBER 2016 | 13:19 WIB | LAPORAN:

Masyarakat Jakarta harus mewaspadai munculnya manuver dari pihak tertentu yang berusaha menjadikan Pilkada DKI Jakarta sebagai ajang eksprimen mengarahkan Indonesia menjadi negara sekuler.

Demikian dikatakan pakar hukum tata negara yang juga analis sosial politik dari Universitas Parahyangan Bandung, Asep Warlan Jusuf, kepada wartawan, Selasa (27/9). Sayangnya, menurut dia banyak pihak tidak menyadari dan justru mengamini upaya menuju ke sana. Dalih yang dipakai adalah isu SARA (suku, agama, ras, antar golongan).

"Saya melihat, tampak upaya menjadikan Indonesia sebagai negara sekuler yang memisahkan antara agama dan kekuasaan dengan isu bahwa orang yang membicarakan firman Allah yang jelas tertulis dalam Al Quran, yang menjadi tuntunan umat Islam dalam memilih pemimpin, dikaitkan dengan SARA. Ini tidak benar karena ini tuntunan yang diwajibkan kepada umat Islam," ujar Asep.


Pembuat stigma SARA yang sesat itu, menurut Asep, jelas telah mengabaikan pasal 29 UUD 1945 di mana tertulis bahwa negara Indonesia berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, dan bahwa pemeluk agama bebas menjalankan keyakinannya masing-masing.

Dia katakan, upaya umat tertentu mengingatkan sesamanya untuk memilih pemimpin yang seiman bukanlah hasutan berbau SARA.

”Dalam UUD jelas tertulis bahwa dasar negara adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Jadi bukanlah SARA kalau di masjid diingatkan akan tata cara memilih pemimpin yang tertulis dalam Al Quran atau ada imbauan kepada orang Islam memilih pemimpin Islam," ujar Asep.

"Ini sama tidak salahnya jika di gereja diimbau agar umat Nasrani memilih pemimpin Nasrani, orang Bali yang mayoritas Hindu memilih pemimpin Hindu dan sebagainya," tegasnya.

Demikian pula, lanjut Asep, para pencinta bola yang mendukung kesebelasan dari daerah asalnya tentu saja bukan orang-orang yang mengedepankan sentimen SARA.

"Jika seperti sekarang ini maka orang Surabaya yang mendukung Persebaya, orang Papua yang mendukung Persipura, orang Bandung yang mendukung Persib itu juga SARA, karena kesebelasan sepak bola juga sangat erat kaitannya dengan suku,” imbuhnya. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya