Berita

Duterte-Jokowi.Net

Hukum

Berantas Narkoba, Jokowi Harus Tegas Seperti Duterte

KAMIS, 22 SEPTEMBER 2016 | 17:18 WIB | LAPORAN:

Ketua Pusat Pelaporan dan Analisi Transaksi Keuangan (PPATK), M. Yusuf, mengungkapkan setidaknya ada 5.400 aliran dana peredaran narkoba.

Mendengar itu, anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding berencana mendesak Pimpinan Komisi III untuk menyurati Pimpinan DPR RI agar mereka segera menyurati Presiden Joko Widodo terkait informasi tersebut.

"Karena orang-orang yang terlibat adalah petinggi di institusi," jelasnya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/9).


Sudding mengungkapkan, PPATK menemukan adanya transfer dana yang dilakukan para petinggi institusi tersebut ke luar negeri untuk kelancaran bisnis narkoba.

"Transfernya itu ke luar negeri. Indikasi transaksi sampai Rp 30 triliun. Itu ke China dan India. Dan transaksi setiap hari. Dan itu institusi penegak hukum karena itu dugaan kuat transaksi itu dilakukan setiap hari. Dan tidak mungkin karena terkait uang sekolah, dan itu terindikasi uang narkoba," beber politikus Hanura ini.

"Ini modus. Melibatkan banyak pihak, dan sudah dikoordinasikan ke Bea Cukai. Kemudian invoice fiktif dan tidak ada transaksi. Sampai 5.400 transaksi. Pemain intinya ada dua orang," lanjutnya.

Dipertegas institusi apa yang dia maksud, Sudding enggan merinci. Dia hanya mengatakan bahwa institusi tersebut merupakan institusi hukum yang berkaitan erat dengan pemberantasan narkoba.

"Itu mungkin ada kaiatannya dengan testimoni Fredy Budiman, tapi tidak secara langsung. Karena belum terbukti seperti yang dikatakan testimoni Freddy Budiman," lanjutnya.

Nah, surat yang dia ingin DPR sampaikan ke Jokowi adalah mendesak Presiden Jokowi untuk bertindak tegas selayaknya Presiden Filipina, Rodrigo Duterte yang memerintahkan aparat penegak hukum untuk menembak ditempat para gembong narkoba.

"Presiden harus mengambil tindakan tegas seperti Duterte. Paling tidak harus diumumkan oleh Presiden. Karena kita tidak berharap ketika orang orang yang ita berikan kepercayaan terlibat dalam peredaran narkoba," tandasnya. [zul]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya