Berita

Boy Sadikin/Net

Politik

Resmi, Boy Sadikin Keluar Dari PDIP

KAMIS, 22 SEPTEMBER 2016 | 12:36 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Boy Bernard Sadikin resmi menyatakan dirinya hengkang dari PDI Perjuangan. Boy yang pernah menjabat Ketua DPD PDIP DKI Jakarta sudah menyiapkan surat pernyataan keluar sebagai anggota banteng moncong putih.

"Hari ini saya kirim suratnya," kata Boy seperti dilansir rmoljakarta sesaat lalu (Kamis, 22/9).

Surat pengunduran diri Boy ditembuskan ke DPP, DPD, struktural dan seluruh kader PDIP. Boy meminta maaf bila dirinya tak bisa lagi bersama-sama dengan PDIP. Dia menegaskan keputusan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengusung Ahok di Pilgub DKI 2017 tidak sesuai aspiranya.


"Perbedaan sikap ini tentu akan berakibat negatif pada keutuhan dan soliditas partai dalam menghadapi Pilgub. Saya tidak ingin jadi beban, makanya lebih baik saya keluar dari keanggotaan partai," katanya.

Kabar Boy akan hengkang dari PDIP sudah beredar lama. Putra mantan Gubernur DKI Ali Sadikin itu disebut-sebut sebagai tokoh PDIP Jakarta yang menegaskan akan mundur jika Megawati mengusung Ahok di Pilgub DKI. Dia berpandangan kebijakan dan sikap Ahok saat menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI bertolak belakang dengan ideologi PDIP sehingga tidak layak diusung sebagai cagub. Soal ini, Boy pun mengamini.

"Saya mohon maaf, saya tidak bisa antara ucapan dan perbuatan berbeda," tegasnya.

Awal Maret 2016, Boy menyatakan mundur dari posisi Ketua DPD PDIP DKI. Ketika itu, pengunduran diri Boy terkait dengan sikap Fraksi PDIP di DPRD DKI.

Boy menganjurkan untuk menolak Raperda tentang Rencana Zonasi dan Tata Ruang Wilayah Pesisir, Pantai Utara dan Pulau-pulau Kecil, namun kader PDIP di Kebon Sirih malah setuju dan mendukung reklamasi. Anjuran Boy agar Fraksi PDIP mendorong dan mengajukan Hak Menyetakan Pendapat (HMP) terhadap Ahok juga tak dihiraukan.

Selain sebagai Ketua DPD DKI Jakarta, Boy pernah bertugas sebagai Ketua Tim Suskes Jokowi-Ahok di Pilgub 2012 dan suskses menghantarkan PDIP sebagai pemenang Pileg dan Pilpres 2012 di Jakarta.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya