Berita

Megawati Soekarnoputri/Net

Politik

Sudahlah, Mega Bukan Sukarno

Jakarta Bakal Jadi Provinsi Negeri Tiongkok
KAMIS, 22 SEPTEMBER 2016 | 09:49 WIB | OLEH: ARIEF GUNAWAN*

AHOK gubernur lagi katanya Jakarta bakal jadi Provinsi Negeri Tiongkok.

Banyak sekali olok-olok yang menandakan masyarakat terutama kelas bawah yang tidak happy, merasa ditipu dua kali oleh PDIP.

Pertama, waktu Pilpres ternyata Mega memilih JK, dan sekarang setelah melalui drama dan "sinetron misteri" ternyata akhirnya PDIP menetapkan Ahok, sang petahana tukang gusur wong cilik dan yang mau menjadikan Jakarta ibukota republik para pengembang.


Bagaimana Megawati?
Megawati bukan Sukarno. Makanya tidak perlu analisis naif apkiran ini dan itu, sebab Tri Sakti, Nawa Cita, Revolusi Mental, sudah berlalu, terkubur dalam lumpur reklamasi.

Lagi pula ongkos Pilgub Jakarta memang mahal. Bisa mencapai setengah triliun rupiah, untuk bayar ini dan itu. Terutama buat ongkos iklan di televisi. Itu pun tidak gampang sebab pemilik stasiun tivi sekarang orang partai. Key point buat menang Pilgub Jakarta katanya cuma dua: uang dan penguasaan media.

Bagaimana dengan wacana pasangan Anis Baswedan-Sandiaga Uno?
Katanya dua sejoli ini sama-sama priyayi anak mami. Anis waktu Mendikbud tidak bikin apa-apa. Legacy-nya tidak jelas, meski anggaran kementeriannya ketika itu mencapai lebih dari empat ratus triliun rupiah. Banyak yang bilang dia american poster boys, senang pencitraan, dan waktu SBY bikin konvensi capres Anis ingin sekali jadi presiden.

Bagaimana Sandiaga Uno?
Sandi ibarat ayam negeri yang disuruh bertarung melawan kingkong.
Memasang Sandi bisa melemahkan kans Prabowo Subianto yang masih akan maju di Pilpres 2019. Karena itu memaksakan memasang Sandi apalagi Anies sama saja bunuh diri. Pilgub Jakarta punya implikasi politik yang sangat besar bagi Pilpres 2019.

Bagaimana Ahok?
Ahok katanya mesti dijadikan musuh bersama.
Melawan Ahok harus dengan figur yang kuat dalam arti berkarakter, punya integritas moral, punya kompetensi, dan secara ketokohan ada wibawa. Celakanya partai-partai tidak punya figur seperti itu. Tapi katanya secelaka-celakanya partai politik, lebih celaka lagi rakyat jelata, sebab rakyat sekarang tidak punya pemimpin dengan standar seperti itu.

Ahok masih akan menggusur sekitar 350 lokasi di Jakarta, tetapi kok bisa PDIP menunjuknya untuk kembali jadi gubernur?

Jawabnya, karena pragmatisme yang di dalamnya ada transaksional.
Jakarta digadaikan ke Ahok yang kelak akan menggadaikannya lagi ke para pengembang yang merupakan kakitangan asing, Tiongkok, bangsa kuning, dan Ahok pun selain didukung PDIP dibeking pula oleh "anasir kuning" (Golkar, dengan sempalan kuningnya yaitu Nasdem dan Hanura).[***]

Jurnalis senior

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

UPDATE

LPDP Perkuat Ekosistem Karier Alumni, Gandeng Danantara dan Industri

Kamis, 26 Februari 2026 | 14:04

RDPU dengan Komisi III DPR, Hotman Paris: Tuntutan Mati ABK Fandi Ramadhan Janggal

Kamis, 26 Februari 2026 | 14:02

Kenaikan PT Bikin Partai di DPR Bisa Berguguran

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:39

KPK Panggil Ketua KPU Lamteng di Kasus Suap Bupati

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:38

DPR Jadwalkan Pemanggilan Dirut LPDP Sebelum Lebaran

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:30

Great Institute: Ancaman Terbesar Israel Bukan Palestina, Tapi Netanyahu

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:22

KPK Panggil Edi Suharto Tersangka Kasus Korupsi Penyaluran Bansos Beras

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:06

IHSG Siang Ini Tergelincir, Nyaris Seluruh Sektor Merana

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:51

Rusia Pertimbangkan Kirim Bantuan BBM ke Kuba

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:29

Partai Buruh Bakal Layangkan Gugatan Jika PT Dinaikkan

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:27

Selengkapnya