Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

BAN-PT Tingkatkan Akreditasi Unsyiah

RABU, 21 SEPTEMBER 2016 | 22:48 WIB

Amerika Serikat dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menggelar acara untuk merayakan kemajuan yang diraih sektor pendidikan tinggi di Indonesia selama lima tahun terakhir.

"Setelah melakukan kerjasama intensif dengan United States Agency for International Development (USAID) Higher Education Leadership and Management Project (HELM), kami berhasil meningkatkan akreditasi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah),” ujar Samsul Rijal, rektor Universitas Syiah Kuala dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Rabu (21/9).

Menurutnya, berdasarkan peringkat yang diberikan oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) peringkat Unsyiah naik.


"Peringkat kami naik, dari yang sebelumnya berada di posisi C menjadi A. Ini pertama kalinya sebuah akreditasi institusi naik begitu cepat,” ujarnya.

Dirjen Kelembagaan Iptek Dikti, Patdono Suwignjo mengatakan menjadi hal yang esensial untuk memberdayakan institusi perguruan tinggi agar mampu menciptakan serangkaian sistem yang dapat memperkuat akses terhadap sumber daya, jejaring, pengembangan profesional, dan manajemen.

"Keseluruhan sitem tersebut merupakan hal yang sangat penting dan mutlak dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas perguruan tinggi di Indonesia,” ungkapnya.

Sedangkan menurut Charge d’Affaires Keduataan Besar Amerika Serikat, Brian McFeeters mengatakan Kondisi ekonomi Indonesia yang terus bertumbuh menuntut tersedianya tenaga kerja yang terdidik, terampil, serta mampu beradaptasi dengan ekonomi berbasis pengetahuan.

"Amerika Serikat katanya merasa bangga dapat menjalin kemitraan dengan pemerintah Indonesia melalui beragam inisiatif, mulai dari pelaksanaan riset inovatif, perluasan akses terhadap kualitas dasar dan pendidikan kejuruan, hingga penguatan sistem di perguruan tinggi," ujarnya.

Ia juga menambahkan besarnya dukungan Amerika Serikat bagi program pendidikan di Indonesia merupakan refleksi dari erat dan dalamnya kolaborasi yang terjalin diantara kedua negara ini, demikian Brian McFeeters. [sam]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya