Berita

Agus Rahardjo/Net

Hukum

KPK Tawarkan JAGA Anggaranku Ke DPR

RABU, 21 SEPTEMBER 2016 | 22:35 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usulkan sistem pengajuan pembahasan anggaran e-budgeting yang dikenal dengan JAGA Anggaranku. Tujuannya dari sistem ini adalah menggenjot pencegahan tindak pidana korupsi.

"Jadi saya ingin perkenalkan mudah-mudahan didukung banyak pihak, sistem anggaran yang betul-betul transparan, detil dan tidak hanya untuk satu tahun," kata Ketua KPK, Agus Raharjo dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (21/9).

Tidak tanggung-tanggung, dia menegaskan bahwa program aplikasi JAGA Anggaranku itu bisa memperhitungkan anggaran secara detail untuk tiga tahun kedepan. "Didetilkan secara sangat detil," terangnya.


Kemudian, lanjut dia, untuk  transparansi anggaran, perhitungan anggaran tersebut diumumkan di publik melalui sebuah situs internet.

"Yang tahu itu bukan hanya DPR dan pemerintah. Hal seperti itu harus ditaruh di website agar semua rakyat tahu. Jadi rakyat itu, anda semua bisa melihat. Harga CPU kok segini, ini kemahalan speknya kaya begini," jelasnya.

Pasalnya, menurut dia, anggaran yang diumumkan ke publik sejauh ini terlalu bersifat global. JAGA Anggaranku diyakininya akan menghalangi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk bermain proyek.

"Anggaran hari ini yang dituju hanya programkan. Programkan orang bisa sembarangan memasukan dan kita ga tau yang dimasukan apa. Mendingan detil semua tahu, semua bisa melihat apalagi pengeluaran jangka menengah tiga tahun itu kita bisa melihat. Nah itu kemungkinan orang titip itu bisa, kita jaga," jelasnya.

Agus menjelaskan, bahwa program semacam itu sesungguhnya sudah dijalankan oleh negara-negara lain. Misalkan Amerika Serikat.

"Referensi saya, kalau amerika itu caranya nganggarkan negaranya bagaimana sih, anda coba lihat di control.com, coba anda lihat anggaran mereka kan ketemu di situ. Nah cara mereka menganggarkan mereka sudah berpuluh tahun disitu kenapa sih kita menciptakan sendiri kemudian orang masih malah bisa akrobat, manipulasi, makanya yang bagus kita pakai aja, itu menurut saya," tandasnya. [sam]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya