Foto: RMOL
Foto: RMOL
Aturan itu jelas mengangkangi UU 10/2016 tentang Pilkada yang jelas dan tegas mengharamkan siapapun yang sedang berstatus terpidana untuk mencalonkan diri baik sebagai kepala daerah maupun wakil kepala daerah.
"Tapi ini adalah ciri khas keputusan DPR yang kontroversial, demi kepentingan jangka pendek, dan kadang-kadang ajaib," ujar pengamat politik dari Kelompok Kajian dan Analisa Opini Publik Indonesia (KedaiKopi), Hendri Satrio, dalam perbincangan dengan redaksi.
Populer
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Senin, 13 April 2026 | 14:18
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Kamis, 16 April 2026 | 18:10
Senin, 13 April 2026 | 08:21
UPDATE
Rabu, 22 April 2026 | 04:11
Rabu, 22 April 2026 | 03:37
Rabu, 22 April 2026 | 03:13
Rabu, 22 April 2026 | 03:00
Rabu, 22 April 2026 | 02:24
Rabu, 22 April 2026 | 02:09
Rabu, 22 April 2026 | 02:00
Rabu, 22 April 2026 | 01:22
Rabu, 22 April 2026 | 01:07
Rabu, 22 April 2026 | 01:03