Berita

Hukum

Kasus Dugaan Penganiyaan Krisna Murti Harus Dituntaskan

SELASA, 20 SEPTEMBER 2016 | 03:51 WIB | LAPORAN:

. Meski AW sudah mengklarifikasi dan meluruskan kabar kalau dirinya tidak pernah dianiaya oleh Wakapolda Lampung, Kombes Pol Krishna Murti, namun desakan agar kasus dugaan penganiyaan ini diselesaikan terus bergulir.

Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum (LBH) LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), Lucky Omega Hasan, mendesak Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian untuk segera menuntaskan kasus dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan anak buahnya Krishna Murti terhadap seorang wanita bernama AW.

"Jika dibiarkan dapat menciderai nama institusi Kepolisian. Kami mendorong Kapolri Tito Karnavian menuntaskan kasus ini secara transparan, profesional dan proporsional. Jangan sampai karena diduga pelaku Pamen Polri terus kebal hukum," tegas Lucky Hasan dalam siaran pers yang diterima redaksi, Selasa (20/9).


Sebagaimana marak diberitakan di media massa, Krishna Murti diduga telah melakukan penganiayaan terhadap seorang perempuan berinisial AW. Namun Krishna membantah mengaku tidak mengenal AW dan tidak pernah melakukan tindak kekerasan terhadap siapapun.

"Benar atau tidaknya kabar tersebut, yang pasti kini dugaan penganiayaan itu tengah diselidiki secara tertutup oleh Divpropam Polri untuk ditindaklanjuti," tambah Lucky Hasan.

Karena sudah ada info yang masuk ke Div Propam dan Krishna juga menyerahkan semua kepada Dib Propam, untuk itu agar tidak dianggap main-main, Kapolri  harus tegas tidak boleh main-main.

"Nama besar Tito di sini dipertaruhkan. Ini merupakan ujian buat Kapolri apakah bisa menegakkan hukum bagi anggotanya yang terbukti melanggar hukum," katanya.

Dari investigasi LSM LIRA, lanjut Lucky Hasan, diduga kuat kasus penganiayaan yang infonya sampai Propam benar terjadi.

"LSM LIRA selaku mitra Polri, ikut memiliki tanggungjawab menjaga citra dan wibawa institusi Kepolisian. Sebab, jika rakyat kehilangan kepercayan terhadap Polri, bisa jadi awal terjadi barbarisme. Karena itu LBH LSM LIRA akan turut mengawal penuntasan kasus dugaan penganiayaan oleh oknum Pamen Polri, yang kasusnya telah ditangani oleh Div Propam Mabes Polri," tandas Lucky.

Kenapa LBH LSM LIRA tertarik awasi kasus ini, menurut Lucky, ini bukan kasus biasa, tapi luar biasa. Pertama, diduga dilakukan oleh Pamen Polri. Kedua, kejadian seperti ini bisa saja banyak terjadi, tapi masyarakat takut melaporkannya karena pelaku aparat hukum. Ketiga, hukum harus ditegakkan sekalipun itu yang melakukan penegak hukum.

"Mereka (polisi) tidak boleh kebal hukum, apalagi mempermainkan dan memperjualbelikan hukum. Jadi yang kami lakukan dalam rangka menegakkan konstruksi hukum agar kepolisian tidak terciderai. Menguji sikap tegas Kapolri Tito Karnavian dalam menegakkan hukum di Republik ini," tandas Lucky. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya