Berita

Politik

Elit PDIP Harus Menahan Diri, Jangan Ganggu Konsentrasi Megawati

SENIN, 19 SEPTEMBER 2016 | 07:34 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Memasuki injury time pendaftaran pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta, berbagai kelompok di internal PDI Perjuangan semakin aktif mempropagandakan kandidat yang mereka jagokan.

Sejauh ini, yang paling aktif dan paling bersemangat adalah kubu pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Manuver kubu ini dinilai sudah melewati ambang kewajaran dan dikhawatirkan menggaggu konsentrasi Ketua Umum PDIP Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang tengah mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh siapa yang akan dicalonkan partai banteng itu.


"Megawati adalah politisi senior yang sudah banyak makan asam garam. Pada saat yang pas dia akan mengumumkan calon dari PDIP," ujar pengamat politik dari Kelompok Kajian dan Analisa Kebijakan Politik Indonesia (KedaiKopi), Hendri Satrio, dalam perbincangan Senin pagi (19/9) dengan redaksi.

Menurut Hendri, Mega tidak hanya sedang menghitung berbagai kemungkinan mengenai pasangan calon di pilkada Jakarta, tetapi juga mempertimbangkan situasi politik yang akan terjadi di tahun 2019.

"Mega tidak mau salah pilih, karena bisa menggagalkan rencana partai di level nasional pada tahun 2019," ujar Hendri.

Masih kata Hendri, dalam banyak kesempatan publik bisa menangkap sinyal kuat Mega bahwa dirinya kurang berkenan dengan Ahok. Tetapi, ada anasir di tubuh PDIP yang tanpa kenal lelah mendorong nama Ahok sehingga publik percaya bahwa Ahok lah yang akan didukung Mega.

"Manuver ini kalau berlebihan bisa mengganggu konsentrasi Ibu Mega. Sebaiknya semua pihak menahan diri, serahkan semuanya pada Mega,"  demikian Hendri.

Partai politik atau gabungan partai politik mendapat kesempatan mendaftaran pasangan calon di pilkada Jakarta pada hari Jumat, 23 September. Sejauh ini ada tiga nama yang sedang dipertimbangkan Mega, yakni Ahok, Tri Rismaharini dan Rizal Ramli. [dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Selesaikan Bentrok di Matraman dengan Kepala Dingin

Senin, 27 Juli 2026 | 20:25

Metode Backfill Tailing jadi Andalan Tambang Bawah Tanah Lebih Ramah Lingkungan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:24

Putusan Majelis Syura PKS: Dukung Kebijakan Ekonomi Prabowo Hingga Soroti LGBTQ

Senin, 27 Juli 2026 | 20:23

Pramono Minta Warga Kepala Dingin Sikapi Bentrokan di Matraman

Senin, 27 Juli 2026 | 20:16

Sebagai Wakil Rakyat, DPR Punya Tiga Tugas yang Wajib Dijalankan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:14

KSSK Bakal Libatkan Danantara dalam Setiap Pengambilan Keputusan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:02

Kuasa Hukum Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Masih Abu-Abu

Senin, 27 Juli 2026 | 19:59

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Komunitas Lintas Iman Satukan Tekad Hadapi Krisis Iklim

Senin, 27 Juli 2026 | 19:49

Kompetisi Debat Pemilu ke-VI Bawaslu Cetak Rekor Peserta Terbanyak

Senin, 27 Juli 2026 | 19:48

Selengkapnya