Berita

Irman Gusman/Net

Politik

Ada Analisa yang Kaitkan Penangkapan Irman Gusman dengan Upaya Pemakzulan Pemerintah

MINGGU, 18 SEPTEMBER 2016 | 13:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Berbagai pertanyaan masih berseliweran menyusul penangkapan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI, Irman Gusman, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penangkapan ini mengejutkan.

Bukan hanya karena barang bukti yang begitu kecil untuk ukuran yang seharusnya dijadikan target oleh KPK, namun juga karena DPD tidak memiliki kekuatan eksekusi kebijakan dan legislasi.

Maka tidak heran apabila di jejaring sosial media pun berseliweran berbagai skenario yang mungkin terjadi di bawah meja terkait penangkapan IG ini.


Salah satu skenario yang dibayangkan itu mengaitkan penangkapan Irman Gusman dengan kemungkinan impeachment pemerintah.

Analisa ini mengatakan bahwa Irman sudah menjadi target saat dia tidak bisa dilengser dari kursi ketua DPD sekitar tiga bulan bulan lalu melalui mosi tidak percaya.

Menyusul kegagalan itu, maka disiapkanlah skenario menggulung Irman dengan bantuan KPK. Irman Gusman mulai disadap dan dibuntuti. Lalu dia ketiban sial, dan kena.

Pertanyaannya adalah, mengapa Irman Gusman menjadi target?

Pada titik inilah variabel impeachment pemerintah masuk.

Disebutkan, ada banyak alasan mengapa pemerintahan Joko Widodo bisa dikategorikan gagal. Bila pemerintah diseret ke meja impeachment, maka kunci kemenangan dan kekalahan adalah penguasaan lembaga MPR RI, DPR RI dan DPD RI.

MPR sudah berhasil dilemahkan. Sementara DPR sebentar lagi akan dilemahkan. Bukan tidak mungkin Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto menarik Ade komaruddin dengan berbagai dalih. Serta mungkin sekali, Setya Novanto akan kembali memimpin DPR setelah nama baiknya direhabilitasi.

Untuk membidik Irman Gusman tidak mudah. Dia dianggap tidak memiliki kasus dan terbilang bersih. Lembaga yang dipimpinnya juga tidak punya kewenangan menyangkut proyek dan uang.

Lebih dari itu, Irman merupakan pimpinan lembaga tinggi yang paling senior. Dia menduduki jabatan Ketua DPD RI selama dua periode. Dengan sendirinya dia punya pengaruh kuat.

"Kudeta” lewat jalan mosi yang digalang AM Fatwa beberapa waktu lalu kandas ditolak mayoritas peserta sidang Pleno DPD.

Kekhawatiran terus berlanjut, karena apabila ada pemakzulan maka koalisi yang mendukung Presiden akan kalah di MPR mengingat suara DPD cukup signifikan.

Dari pertimbangan situasi itulah muncul keperluan untuk mengontrol DPD dengan berbagai cara, termasuk membuat Irman terbukti dalam operasi tangkap tangan.

Dan Irman Gusman sedang sial. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya