Berita

Politik

PILGUB DKI 2017

Elektabilitas Ahok Turun, Yusril Melesat

SABTU, 17 SEPTEMBER 2016 | 20:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Riset opini publik Stratak Indonesia menyatakan tingkat keterpilihan atau elektabilitas Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengalami penurunan. Saat ini elektabilitas Ahok 43,2 persen.

"Di survei sebelumnya, Juni 2016, elektabilitas Ahok 48,2 persen," kata peneliti Stratak Indonesia, Octarina Subarjo saat merilis survei terbaru Stratak Indonesia di Mercure Hotel Simatupang, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (17/9).

Berdasarkan riset opini publik yang dilakukan 2-10 September 2016 ini juga diketahui Yusril Ihza Mahendra semakin mengancam eksistensi Ahok jika diusung di Pilgub DKI. Elekabilitas Yusril mengalami tren kenaikan. Jika pada Juni 2016 hanya 12,8 persen, elektabilitas Yusril sekarang 27 persen, atau naik 14,2 persen.


"Elektabilitas penantang Ahok lainnya juga mengalami peningkatan. Risma (Tri Rismaharani) 7,8 persen dari sebelumnya 5,9 persen dan Sandiaga Uno 4,5 persen dari 2,3 persen. Rizal Ramli 4,8 persen, dan 12,7 persen responden tidak menjawab/tidak tahu," kata Octarina.

Khusus untuk Rizal, Stratak Indonesia tak memiliki data elektabilitas mantan Menko Maritim itu pada Juni 2016 karena belum ramai diperbincangkan maju di Pigub DKI. Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan jumlah sampel 420 responden dan margin of error sebesar 4,78 persen pada tingat kepercayaan 95 persen. Penggalian data dilakukan dengan wawancara tatap muka langsung oleh para pewawancara yang terlatih.

Direktur Riset Stratak Indonesia Mohammad Romdhoni menambahkan tidak ada calon dominan yang bisa diprediksi memenangkan Pilgub DKI. Hasil riset opini publik yang dilakukannya September ini menemukan bahwa Ahok bukanlah calon dominan dan mudah dikalahkan.

"Survei kami mendapatkan data elektabilitas Ahok menurun sementara para penantangnya terus merangkak naik. Dari dua kali survei yang kita lakukan, Juni dan sekarang September 2016, Ahok secara personal tidak pernah mencapai angka elektabilitas di atas 50 persen, itu artinya sebagai petahana Ahok tidaklah kuat. Pengalaman menunjukan petahana yang kuat dan dominan selalu mencapai elektabilitas di atas 60 persen," jelasnya.

Dikatakan dia, Yusril, Risma dan Rizal berpotensi mengalahkan Ahok. Bahkan Yusril dipasangkan dengan siapapun berpeluang menang. Berbeda dengan ketiganya, Sandiaga tidak akan mampu menandingi Ahok.

"Sandiaga belum memiliki momentum yang tepat untuk menjadi calon gubernur di pilkada DKI kali ini, namun akan memberi kontribusi berarti jika dijadikan calon wakil oleh siapapun," tukasnya.[dem]


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya