Berita

Politik

Kalau PDIP Usung Risma, Pilkada Jakarta Diikuti Dua Pasangan

SABTU, 17 SEPTEMBER 2016 | 13:01 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

. Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda, kembali mengungkapkan ada kemungkinan bahwa Pilkada DKI  Jakarta tahun 2017 diikuti tiga atau empat pasangan calon.

"PDIP masih punya beberapa kemungkinan, bisa ke Ahok sebagai petahana atau juga opsi lain. Koalisi Kekeluargaan juga ada potensi terpecah dua," kata Hanta dalam diskusi Sinema Politik Pilkada DKI di Cikini, Jakarta, Sabtu (17/9).

Mengapa bisa empat pasang? Poros pertama yang sudah pasti adalah poros pendukung Basuki Purnama alias Ahok. Kedua, poros PDIP dengan 28 kursi di DPRD Jakarta bisa maju sendiri tanpa koalisi.


Tetapi, PDIP punya dua pilihan. Mengusung Ahok dan bergabung dengan koalisi yang sudah ada, atau mengusung calon dari internal seperti Tri Rismaharini (Risma).

Ketiga, koalisi Gerindra dan PKS yang makin intim dan sudah menelurkan pasangan Sandiaga Uno-Mardani Ali Sera.

Keempat adalah poros Demokrat PPP, PKB dan PAN yang kemungkinan terjadi karena perpecahan di Koalisi Kekeluargaan setelah Gerindra dan PKS sepihak menentukan pasangan calon.

Untuk poros alternatif ini, kata dia, ada kemungkinan nama mantan Menko Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, ditampung masuk dalam bursa.

"Pak Rizal Ramli bisa masuk di alternatif ke-empat," jelasnya.

Namun, lanjutnya, jika PDIP memilih untuk mengusung Ahok dan bergabung dengan koalisi yang sudah ada (Hanura, Nasdem dan Golkar), maka pasangan calon akan ada tiga.  

"Pertama poros Ahok, kedua poros Gerindra-PKS dan ketiga pecahan Koalisi Kekeluargaan. Saya prediksi Pilkada Jakarta dua putaran," ungkapnya.

Selain beberapa kemungkinan tadi, masih ada kemungkinan besar Pilkada Jakarta diikuti dua pasangan calon saja.

"PDIP tidak dukung Ahok, yang bisa jadi adalah Ahok melawan Risma. Risma ini bisa menyatukan koalisi di luar Ahok, semua partai bisa bergabung kalau PDIP mau usung Risma," ucapnya.

"Dalam seminggu ke depan akan sangat banyak kemungkinan terjadi," tambah dia. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya