Berita

Ilustrasi/Net

Politik

KSPI Siapkan Aksi Besar Skala Nasional Tolak PP 78/2015 Dan Tax Amnesty

JUMAT, 16 SEPTEMBER 2016 | 13:48 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) tengah menyiapkan aksi massa besar skala nasional untuk menentang kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) dan Peraturan Pemerintah 78/2015 tentang pengupahan.

Rencana aksi nasional itu terungkap dari surat yang diteken Presiden KSPI, Said Iqbal, bersama Sekjen-nya, Muhammad Rusdi, bertanggal 13 September 2016.

Dewan Eksekutif Nasional KSPI memerintahkan para pimpinan organisasi buruh afiliasi KSPI dan perwakilan daerah KSPI melakukan aksi besar secara nasional pada Kamis 29 September mendatang.


Direncanakan, di Jakarta massa akan berkumpul di wilayah Balai Kota DKI Jakarta, lapangan IRTI Monas. Sedangkan, organisasi di daerah diminta untuk berkumpul di depan kantor gubernur daerah masing-masing

Titik tujuan aksi untuk massa dari wilayah Banten, Jakarta, dan Jawa Barat adalah Balai Kota DKI Jakarta, Mahkamah Konstitusi, Istana Presiden, Mahkamah Agung dan Gedung KPK.

Tuntutan buruh kurang lebih masih sama dengan aksi-aksi sebelumnya. Yaitu, cabut Peraturan Pemerintah 78/2015 tentang Pengupahan, menolak upah murah dan menaikkan UMP/UMK 2017 sebesar Rp 650.000.

Tuntutan mereka selanjutnya adalah agar pemerintah mencabut UU Tax Amnesty. [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

UPDATE

Arahan Presiden, Penjahit Pribadi Bentuk Satgasus Garuda Guna Bantu Korban Bencana

Rabu, 28 Januari 2026 | 10:11

Publik Diajak Berprasangka Baik ke Prabowo soal Gabung BoP Bentukan Trump

Rabu, 28 Januari 2026 | 10:08

Kejagung Tindak Tegas Jaksa Diduga Bermasalah di Daerah

Rabu, 28 Januari 2026 | 10:01

Dolar AS Tertekan, Sentuh Level Terendah Hampir Empat Tahun

Rabu, 28 Januari 2026 | 09:57

Kemenhaj Borong Bumbu Nusantara UMKM ke Dapur Haji

Rabu, 28 Januari 2026 | 09:48

IHSG Ambruk 6,53 Persen Pagi Ini

Rabu, 28 Januari 2026 | 09:47

Kekosongan Posisi Wamenkeu Dinilai Bisa Picu Reshuffle di Kementerian Lain

Rabu, 28 Januari 2026 | 09:42

KPK Bakal Perpanjang Pencekalan Bos Maktour Travel Fuad Hasan Masyhur

Rabu, 28 Januari 2026 | 09:29

Realisasi DMO Minyakita Melambat, Ekspor CPO Tertekan

Rabu, 28 Januari 2026 | 09:25

Bursa Asia Menguat Ikuti Reli Wall Street

Rabu, 28 Januari 2026 | 09:10

Selengkapnya