Berita

Nusron Wahid/Net

Politik

Nusron Wahid Tegaskan Tak Pernah Persoalkan Puan Maharani

KAMIS, 15 SEPTEMBER 2016 | 20:47 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Rangkap jabatan di politik dan di jabatan publik tidak menjadi persoalan sepanjang tetap mampu menjalankan tugas secara baik.

Sebab, yang terpenting adalah bahwa jabatan publik yang diembannya tetap bisa dijalankan secara baik, dan di sisi lain aktivitasnya dalam jabatan politik juga tidak mengganggu tugas-tugas utama sebagai pelayan publik, baik itu di ekskutif maupun di legislatif.

Demikian keyakinan Kepala BNP2TKI yang juga Ketua Tim Sukses Ahok, Nusron Wahid. Karena itulah juga, Nusron tidak pernah mempersoalkan seseorang dalam jabatannya karena memang semua akan dilihat dari bagaimana kinerja yang bersangkutan.


"Saya misalnya, sejauh ini saya merasa bisa membagi waktu. Di BNP2TKI, saya memang mendapatkan amanah dari Pak Jokowi, itu yang saya jalankan semaksimal dan sekuat tenaga saya. Di Partai Golkar, saya juga diberikan amanah di salah satu jabatan. Dan itu bisa saya jalani tanpa mengganggu tugas saya di BNP2TKI," kata Nusron beberapa saat lalu (Kamis, 15/9).

Nusron pun meyakini sejumlah pejabat publik yang dari politikus bisa menjalankan tugas-tugas kenegaraan tanpa targanggu. Terlebih seperti Menko PMK Puan Maharani yang dalam jabatan politiknya di PDIP memilih nonaktif.

"Jadi sebenarnya tidak ada persoalan. Karena hampir semua orang itu kan dalam mengerjakan sesuatunya tidak fokus di satu hal, meskipun dalam menjalankan ada skala prioritas. Nah, dalam konteks ini, tentu saya yang menjadi prioritas adalah amanah untuk memimpin BNP2TKI," ungkap Nusron.

Bagi Nusron, meritokrasi tak bisa dilihat apakah seseorang itu rangkap jabatan di partai atau tidak. Tetapi soal bagaimana seseorang itu menjalankan tugas dalam jabatan yang diembannya.

"Itulah meritokrasi. Kalau ada hal yang perlu dikritik, di soal kinerjanya, bukan di soal apakah dia punya jabatan di partai atau tidak," jelasnya. [ysa]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya