Berita

Rieke Diah Pitaloka/Net

Politik

Antara Duterte-Mary Jane dan Jokowi-Rita Krisdianti

SENIN, 12 SEPTEMBER 2016 | 20:34 WIB | OLEH: RIEKE DIAH PITALOKA

MARY Jane, buruh migran asal Filipina ditangkap 24 April 2010 di bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta. Ia ditangkap karena  membawa  tas yang berisi heroin seberat 2,6. Karena tuduhan tersebut ia divonis mati oleh pengadilan Indonesia. Berbagai pihak di Indonesia sendiri mendukung Mary Jane dibebaskan, karena terindikasi kuat hanya sebagai korban jejaring kejahatan narkotika internasional.

‎Duterte, Presiden Filipina saat ini sedang melakukan kunjungan ke Indonesia dengan salah satu agenda membahas pembebasan Mary Jane dengan Jokowi. Banyak yang menganggap ada "lobby barter" dengan 177 jemaah haji Indonesia yang menggunakan  dokumen Filipina.

‎Yang menarik bagi saya bukan persoalan barter. Saya mengapresiasi sikap Duterte yang berjuang keras menyelamatkan nyawa satu orang rakyatnya. Saya mendukung Duterte, jika terbukti Mary Jane memang hanya korban perdagangan narkotika internasional, #BebaskanMaryJane.


‎Jokowi-Rita Krisdianti

‎Rita Krisdianti (27 tahun), asal desa Gabel, Ponorogo, Jawa Timur. Ia adalah TKI yang berprofesi sebagai pekerja rumah tangga. Rita ditangkap saat transit di Malaysia, 31 Mei 2013, karena terbukti membawa 4 kg sabu. Terindikasi kuat Rita mengalami hal yang sama seperti yang menimpa  Mary Jane. Rita hanya korban perdagangan narkotika internasional. Saat ini Rita telah divonis mati oleh Mahkamah Tinggi Penang (30 Mei 2016) di Malaysia. Selain Rita, 235 TKI juga masih  terancam hukuman mati di luar negeri.

Duterte didukung rakyat Filipina untuk berjuang membebaskan Mary Jane. Saya yakin, tidak hanya saya yang mendukung Jokowi. Seluruh rakyat Indonesia pasti akan mendukung Jokowi untuk melakukan lobby tingkat tinggi dengan Pemerintah Malaysia untuk #BebaskanRitaKrisdianti dari vonis mati Malaysia.

‎Saya yakin kita semua sepakat untuk memerangi narkotika, kita harus berjuang bersama negara lain untuk memberantas mafia narkotika di belahan bumi mana pun. Narkotika menghancurkan masa depan bangsa dan dunia, karena dampaknya yang merusak kemanusiaan, maka kita harus sepakat Ibahwa narkotika adalah kejahatan terhadap kemanusiaan.

‎Saya sangat yakin Duterte dan Jokowi akan memberikan pelajaran berharga menyelasaikan kasus narkotika, terutama dalam memberikan vonis mati tidak akan mengeneralisir, harus jelas siapa korban, siapa perlakukan. Jika seseorang terindikasi kuat hanya sebagai korban dalam kasus narkotika, tentu hukuman mati yang diterimanya justru membuktikan vonis tersebut tidak berperikemanusiaan. [***]

Penulis adalah anggota Komisi IX DPR ‎sekaligus Aktivis Perempuan

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Selain Anak Buah Nusron, KPK Benarkan Tangkap Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 00:25

Laut Bukan Tempat untuk Mati

Selasa, 15 September 2026 | 00:01

APKARINDO Perjuangkan Ksejahteraan Petani hingga Kejayaan Karet Rakyat

Senin, 14 September 2026 | 23:42

Anak Buah Nusron Kena OTT KPK Terkait Pengurusan HGB Summarecon

Senin, 14 September 2026 | 23:22

DPR Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor dalam Tragedi Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 23:02

Pemerintah Bahu Membahu Cegah Karhutla Masuk Zona Inti IKN

Senin, 14 September 2026 | 23:01

Pemilik Laundry Sukses Kembangkan Usaha dari Mekaar jadi BRILink Agen

Senin, 14 September 2026 | 22:38

OTT KPK Makin Mengerucut, Fahd A Rafiq hingga Bos Summarecon Dikabarkan Terjaring

Senin, 14 September 2026 | 22:37

Ketua KPK Benarkan OTT Pejabat ATR/BPN, Daftar Nama Belum Diungkap

Senin, 14 September 2026 | 21:59

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Selengkapnya