Berita

Arcandra Tahar/Net

Politik

Jurnalis Forbes: Arcandra Mampu Mendorong Pertumbuhan Sektor Migas Nasional

MINGGU, 11 SEPTEMBER 2016 | 20:56 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Di balik sosoknya yang sederhana dan pembawaanya yang pendiam namun murah senyum dan bersahabat, Arcandra Tahar memiliki kapasitas dan integritas yang dapat diandalkan Presiden Joko Widodo.

Pria kelahiran Padang tahun 1970 yang mendapatkan gelar doktor dari Texas A&M University tahun 2001 itu misalnya, termasuk yang dipanggil khusus oleh Presiden Jokowi ketika terjadi perdebatan hangat mengenai lokasi pembangunan kilang migas  Blok Masela di Maluku, beberapa waktu lalu.

Menteri ESDM ketika itu, Sudirman Said, sudah memutuskan pembangunan kilang migas Blok Masela di lepas pantai (off shore), sejalan dengan keinginan Inpex dan Shell yang menguasai blok Masela.


Tetapi setelah mendengarkan penjelasan Arcandra Tahar secara langsung, Presiden Jokowi semakin yakin bahwa pembangunan kilang migas di daratan (on shore) jauh lebih memberikan manfaat jangka panjang untuk perekonomian nasional.

"Arcandra, yang memiliki latarbelakang yang kuat di bidang rekayasa lepas pantai laut dalam (offshore deep-water engineering) dipercaya mempengaruhi perubahan kebijakan Jokowi ke arah pendekatan tradisional," tulis jurnalis Forbes, Damon Evans, dalam artikel di Forbes.Com.

Evans mengatakan, hampir dapat dipastikan Presiden Jokowi akan kembali menempatkan Arcandra pada posisi Menteri ESDM.

Evans juga mendengarkan pendapat anggota DPR RI dari Partai Nasdem, DR. Kurtubi, yang mengatakan sebaiknya Arcandra dilantik sebagai Menteri ESDM pada pertengahan September ini.

Di dalam tulisannya, Evans memberi sinyal kuat bahwa sosok Menteri ESDM seperti Arcandra mampu mendorong pertumbuhan sektor migas nasional. Walaupun di sisi lain, kebijakan ini tentu mengkhawatirkan perusahaan-perusahaan minyak asing yang beroperasi di Indonesia. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya