Berita

Foto: Net

Hukum

PDIP: Penindakan Karhutla Masih Buruk

SABTU, 10 SEPTEMBER 2016 | 21:47 WIB | LAPORAN:

Kebijakan pemerintah untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (kahutla) sudah cukup bagus. Meski di satu sisi, tindak lanjut dalam penegakan hukum masih kurang. Akibatnya, kasus kahutla masih terjadi.

"Pemerintah dalam hal kebijakan secara umum sudah sangat serius menangani. Tapi, belum diikuti secara khusus dalam hal teknis penindakan dan penegakkan hukum," ucap anggota Fraksi PDIP Rahmat Hamka, Sabtu (10/9).

Belum optimalnya penindakan, kata anggota DPR dari Dapil Riau ini, terlihat dari pelaku yang ditangkap dalam kasus karhutla. Saat ini, yang banyak ditangkap aparat hukum hanya masyarakat secara perorangan. Sedangkan yang berbentuk korporasi belum kelihatan.


"Untuk hal ini, harus ada sinergitas antarinstansi pemerintah dalam penanganan karhutla. Tidak bisa sendiri-sendiri," ucap anggota Komisi II DPR ini.

Akibat lemahnya penindakan ini, lanjut Rahmat, korporasi pelaku pembakaran hutan tidak takut lagi ke pemerintah. Mereka bahkan berani melawan saat akan ditindak.

"Baru-baru ini kita dipertontonkan aksi arogansi suatu korporasi yang mengarah pada perlawanan terhadap institusi negara," bebernya.

Untuk itu, Rahmat meminta pemerintah tegas. Pelaku pembakar hutan tidak boleh lagi diberi angin. Tak peduli pelaku itu adalah korporasi besar Negara tidak boleh kalah oleh korporasi.

"Hukum jangan hanya untuk (menindak) rakyat jelata yang cuma ingin berladang demi mempertahankan hidupnya. Tapi, ketika berhadapan dengan para konglomerat seolah hukum tak berdaya," kritiknya.

Sebagai langkah awal penindakan, Rahmat meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit investigasi kepada para perusahaan perkebunan. Sebab, disinyalir banyak hal yang merugikan negara, baik dari segi luasan kebun yang tidak sesuai perjanjian maupun peruntukan kawasan yang tidak sesuai fungsinya.

"Ini langkah awal dalam rangka penertiban dan penegakan hukum. Langkah ini diharapkan mampu memaksa perusahaan agar ikut terlibat secara aktif dalam penanggulangan karhutla," ujarnya.

Rahmat juga mengharap, pemerintah, baik pusat maupun daerah, tidak hanya bisa melarang membakar untuk membuka ladang khusus bagi masyarakat perorangan yang sudah menjadi tradisi. Tapi, larangan itu harus diiringi dengan program yang dilakukan secara masif tentang cara Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB), baik secara mekanisasi dengan alat berat dan bahan kimia maupun teknologi lainnya yang lebih ramah lingkungan.

"Hal seperti ini belum nampak di lapangan. Sehingga masyarakat menjadi bingung harus bagaimana ketika dilarang (membakar hutan). Padahal, mereka harus segera menanam untuk kebutuhan rutinitas tahunan, baik padi maupun yang lainnya," tandasnya. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya