Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh dan politisi senior PDIP Panda Nababan belum menampakkan diri di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Padahal, keduanya diagendakan penyidik KPK untuk diperiksa terkait kasus dugaan suap mantan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho kepada anggota DPRD Sumatra Utara (Sumut) periode 2009 hingga 2014 dan 2014 hingga 2019.
Pelaksana Harian Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati menjelaskan hingga saat ini, pihaknya belum mendapat konfirmasi terkait kehadiran Surya dan Panda.
Menurut Yuyuk, pemeriksaan terhadap Surya dan Panda merupakan permintaan dari tersangka anggota DPRD Sumut periode 2009-2014, Budiman Pardamean Nadapdap. Baik Surya maupun Panda, lanjut Yuyuk, diperiksa sebagai saksi untuk meringankan tersangka.
"Posisi KPK memfasilitasi permintaan tersangka. Jika saksi tidak hadir, itu menjadi hak saksi," ujar Yuyuk di Kantornya, jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (9/9).
Kasus suap ini berhubungan dengan persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi Sumut tahun 2012 hingga 2014, persetujuan perubahan APBD Sumut tahun 2013 dan 2014, pengesahan APBD Sumut tahun 2014 dan 2015 serta penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Provinsi Sumut tahun 2015.
Sebelumnya, KPK telah menetapkan enam tersangka dalam dugaan suap ini. Mereka yakni Gubernur Sumut nonaktif, Gatot Pujo Nugroho, Ketua DPRD Sumut Ajib Shah, mantan Ketua DPRD Sumut Saleh Bangun, dan mantan Wakil Ketua DPRD Sumut Chaidir Ritonga, Kamaludin Harahap, dan Sigit Pramono Asri.
Lima tersangka dari legislator Sumut itu sendiri telah divonis masing-masing empat tahun penjara. Mereka dinilai bersalah telah menerima suap dari Gatot Pujo hingga miliaran rupiah.
Kemudian, pada 16 Juni 2016 penyidik lembaga antirasuah menetapkan tujuh tersangka baru dari anggota DPRD periode 2009-2014 dan 2014-2019. Mereka adalah Muhammad Afan dan Budiman Nadapdap dari Fraksi PDI-P, Guntur Manurung dari Fraksi Demokrat, Zulkifli Effendi Siregar dari Fraksi Hanura, Bustami dari Fraksi PPP, Parluhutan Siregar serta Zulkifli Husein dari Fraksi PAN.
[ian]