Berita

Surya Paloh/Net

Hukum

Masih Di Luar Negeri, Surya Paloh Belum Tentu Penuhi Panggilan KPK

JUMAT, 09 SEPTEMBER 2016 | 11:47 WIB | LAPORAN:

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh sepertinya tidak akan memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjalani pemeriksaan.

Informasi yang dihimpun, Paloh dikabarkan masih berada di Kota Shanghai, Tiongkok.

Paloh bersama politisi senior PDI perjuangan Panda Nababan sedianya dijadwalkan akan diperiksa oleh penyidik KPK terkait kasus suap yang menjerat mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan beberapa anggota DPRD Sumut.


Menurut Plh. Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati, keduanya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Budiman Nadapdap yang merupakan anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDIP.

"Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka BPN (Budiman Nadapdap)," katanya, Jumat (9/9).

Hingga kini, di Gedung KPK, Jaln Rasuna Said, Jakarta, belum nampak tanda-tanda Paloh maupun Panda menampakkan batang hidungnya. Puluhan awak media masih menanti kehadiran dua politisi senior tersebut sambil menggali informasi lebih lanjut.

Budiman Nadapdap merupakan satu dari tujuh anggota DPRD Sumut yang menjadi tersangka gelombang kedua. Mereka merupakan sepaket tersangka baru terkait kasus tersebut. Para tersangka lainnya yaitu Muhammad Affan, Guntur Manurung, Zulkifli Effendi Siregar, Bustami, Zulkifli Husein, dan Parluhutan Siregar.

Mereka menjadi tersangka penerimaan suap dari Gatot Pujo berkaitan dengan persetujuan laporan pertanggung jawaban Pemprov Sumut untuk tahun anggaran 2012, kemudian perubahan APBD 2013, dam pengesahan APBD 2014.

Para tersangka disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 junto Pasal 64 ayat 1 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Pada gelombang pertama, ada lima anggota DPRD Sumut yang menjadi tersangka. Yakni Ajib Shah, Saleh Bangun, Sigit Pramono, Kamaludin Harahap dan Chaidir Ritonga. [wah] 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya