Berita

Hukum

Banyak Korupsi Bukti Kepala BNP2TKI Harus Diganti

JUMAT, 09 SEPTEMBER 2016 | 10:48 WIB | LAPORAN:

Kinerja Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mendapat sorotan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan membeberkan, banyak kasus korupsi dalam penempatan TKI di luar negeri. Kasus-kasus yang berhubungan dengan korupsi itu khususnya dalam pelaksanaan, mulai dari rekrutmen, pembuatan dokumen, penempatan, sampai penyeberangan kembali. Ada penyuapan, pemerasan, hingga gratifikasi.

"Tahun 2015, KPK dan Bareskrim sudah lakukan semacam sidak (inspeksi mendadak). Apakah pemerasan sudah habis? Sampai sekarang kok rasanya belum," katanya kepada wartawan beberapa waktu lalu, Jumat (9/9).


Basaria menambahkan, pemerasan, suap dan gratifikasi menjerat TKI hingga tidak dapat menikmati hasil kerja kerasnya. Pendapatan paling banyak justru diperoleh orang-orang yang bermain dalam penempatan, daripada TKI itu sendiri.

Menanggapi temuan KPK tersebut, pengamat perburuhan dari FEB Universitas Padjajaran dan Universitas Porto di Portugal AK Supriyanto berpendapat memang selayaknya Presiden Joko Widodo segera mencopot Kepala BNP2TKI Nusron Wahid.

Menurutnya, selain alasan yang diungkapkan KPK, Nusron juga sekarang tim sukses Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Urusan TKI memerlukan orang yang jiwa dan badannya memang di situ. Ia harus memiliki keakraban dengan isu perlindungan tenaga kerja Indonesia atau perburuhan," ujarnya.

Supriyanto mengingatkan, ada 27 TKI asal Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal di Malaysia selama Agustus 2016. Belum lagi persoalan rental TKI di Saudi Arabia yang disebabkan penutupan pengiriman TKI informal sehingga terjadi kelangkaan pekerja dalam sektor tertentu.

"Hal-hal tersebut nyaris tidak direspon dengan sigap oleh BNP2TKI. Karena itu, jabatan kepala BNP2TKI lebih baik diisi figur non partai sehingga lebih fokus," kritiknya.

Supriyanto pun mengusulkan sembilan nama yang cocok menjabat kepala BNP2TKI, yaitu Anis Hidayah (pegiat, Migrant Care), Wahyu Susilo (pegiat, Migrant Care), Nuryati Solapari (akademisi Untirta), Maizidah Salas (pegiat, SBMI), Berti Sarova (pegiat SBMI), Nurul Qoiriyah (profesional, IOM), Ulin Niam Yusron (relawan dua jari), Hendrik Dikson Sirait (relawan Almisbat), dan Wibowo Arif (relawan sosmed). [wah] 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya