Berita

EE Mangindaan/Net

Mangindaan: Persoalan Konstitusi Terletak Pada Implementasi

Gagasan Amandemen UUD Mengemuka
RABU, 07 SEPTEMBER 2016 | 11:54 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wakil Ketua MPR RI mengatakan ada beberapa rekomendasi yang dikeluarkan oleh MPR baru-baru ini. Salah satu rekomendasi itu adalah reformulasi sistem perencanaan pembangunan nasional.

Demikian disampaikan Mangindaan, politisi senior Partai Demokrat, saat memberi sambutan dalam Seminar Nasional tema "Reformulasi Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional Dengan Model GBHN" di Jakarta, Rabu (7/9).

Dikatakan oleh Mangindaan, tema seminar ini sangat penting sebab ini merupakan bagian dari MPR untuk mendukung pemerintahan yang membangun secara berkesinambungan.


Untuk merealisasikan keinginan itu, MPR mempunyai agenda untuk menggagas adanya kemungkinan untuk mengubah UUD NRI Tahun 1945 secara terbatas. "Gagasan untuk mengubah UUD sangat mengemuka meski di tengah luapan pro dan kontra," ujarnya. "Marilah kita hargai perbedaan dan kita musyawarahkan perbedaan itu," tambahnya.

Dikatakan oleh Mangindaan, MPR sebagai lembaga demokrasi dan rumah kebangsaan saat ini menerima aspirasi dan dinamika masyarakat terkait perubahan UUD, baik yang pro dan kontra. Dijelaskan, sikap yang pro dan kontra itu adalah ada yang ingin kembali ke UUD Tahun 1945 dan ada yang ingin mempertahankan UUD hasil amandemen.

Dari perbedaan pendapat yang ada, dikatakan oleh Mangindaan ada titik temu di antara mereka, yakni adanya keinginan untuk menghidupkan kembali haluan negara. "Perbedaan pandangan soal UUD bertemu pada perlunya bangsa ini memiliki haluan negara," paparnya.

Diakui oleh Mangindaan, persoalan pada konstitusi sebenarnya terletak pada masalah implementasinya.

Haluan negara menurut Mangindaan sangat penting agar dalam pembangunan bisa dilakukan secara komprehensif, terarah, terukur, dan berkesinambungan baik di pusat, daerah, dan antardaerah.

Diungkapkan sebenarnya MPR sejak lama sudah merespon keinginan untuk menghidupkan haluan negara. Respon tersebut sangat relevan dengan kewenangan MPR untuk mengubah UUD. Adanya keinginan menghidupkan kembali haluan negara pun disebut salah satu rekomendasi MPR.

MPR selalu merespon kondisi aktual di masyarakat. Respon tersebut dikaji dalam Badan Kajian sehingga berdasarkan kajian, sistem tata negara ke depan perlu keterlibatan banyak pihak guna mencari jalan terbaik arah perjalanan bangsa.

Haluan negara yang ada menurut Mangindaan, kelak harus menjadi pedoman dalam membuat aturan-aturan. "Untuk itu dasar hukun haluan negara harus di atas undang-undang," ujarnya. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya