Berita

Dunia

Presiden Brazil Diimpeach Karena Langgar UU Keuangan Negara

KAMIS, 01 SEPTEMBER 2016 | 00:17 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden perempuan pertama Brazil, Dilma Rousseff, harus menelan pil pahit. Kekuasaannya dihentikan Parlemen. Dalam sidang yang berlangsung alot beberapa Rabu pagi waktu setempat (31/8), Parlemen memutuskan Rousseff melanggar UU Keuangan Negara.

Voting di Parlemen berakhir dengan kemenangan kubu anti-Rousseff, 61-20.

Dengan pemecatan ini, maka Wakil Presiden Michel Temer yang sejak Mei lalu menjadi Pelaksana Tugas Presiden akan menggantikan  posisi Rousseff. Temer akan berkuasa hingga periode kekuasaan yang ditinggalkan Rousseff berakhir.


Hasil voting di Parlemen ini mengejutkan, mengingat Rousseff kembali terpilih sebagai Presiden Brazil tahun 2014 lalu.

Temer (75 ) yang melanjutkan kekuasaan Rousseff akan menghadapi situasi ekonomi yang tak mudah. Keberhasilan menggelar Olimpiade 2016 tak mampu memperbaiki pertumbuhan ekonomi Brazil. Sebaliknya, tingkat kepercayaan pada pemerintah semakin rendah.

Brazil akan menggelar pemilihan umum pada tahun 2018 mendatang.

Sementara Rousseff (68), awal pekan ini membantah semua tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya. Rousseff menegaskan telah bekerja keras demi kepentingan rakyat banyak. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya