Berita

Foto/KBRI Seoul

Politik

Empat Pengusaha Korsel "Sahabat TKI" Diganjar Penghargaan

SABTU, 27 AGUSTUS 2016 | 15:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Duta Besar RI untuk Republik Korea John Prasetio memberikan penghargaan kepada empat pengusaha Korea Selatan pada malam penganugerahan the Ambassador Award yang dihelat di Wisma Duta Seoul, Jumat malam (26/8).

Selain pengusaha Korea penerima award yang "menenteng" beberapa pekerja Indonesia, hadir juga Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir dan Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Prof. Nasaruddin Umar.

Dubes mengatakan penerima penghargaan telah memberikan fasilitas yang lebih dari ketentuan yang berlaku bagi TKI. Ia pun berharap diplomasi per-TKI-an ini dilanjutkan di masa-masa datang.


Pemberian award ini merupakan salah satu upaya KBRI dalam perlindungan TKI di Korsel yang jumlahnya mencapai lebih dari 33 ribu orang. Hal ini juga berarti Pemerintah Indonesia memberikan apresiasi kepada pengusaha yang telah berjasa menyediakan fasilitas yang bisa dianggap sangat memadai.

"Kami berharap, mereka menjadi suri tauladan bagi pengusaha lain di Korea dalam arti lebih memperhatikan kekhususan kebutuhan pekerja asal Indonesia," kata Dubes.

Sebanyak tiga CEO yang mendapatkan award adalah pengusaha yang menggeluti bidang makanan, metal dan teknologi laser. Mereka umumnya hanya mempekerjakan orang asing asal Indonesia, memberikan tempat tinggal yang baik, makanan halal serta libur di hari-hari besar nasional Indonesia tertentu. Satu CEO lain mendapatkan award karena dianggap sangat humanis, membantu pengobatan seorang TKI yang terkena penyakit kanker yang akut hingga sembuh lalu mempekerjakannya kembali.

Wamenlu AM Fachir yang juga ikut menyerahkan award menggarisbawahi bahwa kegiatan inspiratif ini dinilai sangat positif dan perlu dilanjutkan di masa-masa mendatang. Pekerja Indonesia telah memberikan kontribusi bagi pembangunan Korea sehingga berhak mendapatkan perlakuan yang baik dari pengusaha di sana.

"Pesan saya kepada penerima award, sebarkan apa yang talah Anda lakukan kepada pengusaha lainnya," katanya yang disambut dengan tepuk tangan hadirin.

Seorang penerima award, Jin-Ho Chung dari Shin Young Metal memberikan testimoni bahwa sudah menjadi kewajibannya untuk memberikan hak yang cukup kepada karyawannya, termasuk dari Indonesia. Disampaikan bahwa bangsa Korea dulu juga pernah menjadi tenaga kerja di Jerman, lalu pulang membangun negaranya hingga maju. TKI Indonesia juga diharapkan dapat kembali ke Indonesia untuk membangun negeri.

Menurut database KBRI Seoul, saat ini terdapat 513 perusahaan Korea yang mempekerjakan TKI Indonesia dengan gaji dasar sekitar Rp 14 juta per bulan. Sebanyak 234 diantaranya bersedia disurvei oleh KBRI Seoul dan akhirnya menggerucut menjadi empat pengusaha penerima award. Selain para CEO, malam kemarin, KBRI juga memberikan penghargaan kepada Indra Wijayanto, Kepala Indonesia Trade Promotion Centre (ITPC) di Busan, karena selama dua tahun lebih terus memberikan pembinaan dan perlindungan kepada WNI di Busan dan sekitarnya.

"Pemberian award ini InsyaAllah bisa dipertanggungjawabkan karena telah melalui survei yang teliti oleh Konsuler KBRI Seoul," ujar Wakil Dubes Cecep Herawan. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya