Berita

Foto/Jurnal NA

Nusantara

Membeli Produk Dalam Negeri Bagian Dari Iman

SABTU, 27 AGUSTUS 2016 | 15:31 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Kekuatan ekonomi nasional ternyata ditopang oleh usaha mikro. Dari 51 ribu unit usaha, 98 persennya adalah usaha mikro. Sedangkan unit usaha kecil 0,1 persen, usaha menengah 0,9 persen, dan usaha besar hanya 0,01 persen. Meski demikian, keberpihakan terhadap para pelaku usaha mikro dan kecil masih rendah.

Hal tersebut mengemuka dalam forum Sidang Pleno III Muktamar Nasyiatul Aisyiyah (NA) ke XIII, di Bantul, Yogyakarta (27/8), seperti dalam rilis Jurnal NA.

Direktur Utama Small Medium Enterprise Cooperative (SMESCO) Indonesia, Ahmad Zabadi menyayangkan kurangnya keberpihakan terhadap para pelaku usaha mikro dan kecil yang kebanyakan menempuh pendidikan hingga SD dan SMP. Padahal, tambah Zabadi, mereka harus berhadap-hadapan dengan pelaku usaha di Negara lain dengan tingkat pendidikan lebih tinggi.


Di tingkat dunia, dalam hal kekuatan daya saing, Indonesia menempati urutan 34. Di tingkat Asean, Indonesia berada di peringkat ketiga, di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Zabadi menunjukkan bagaimana Thailand menyiapkan daya saing ekonominya. Saat ini Thailand telah menyiapkan 100 ribu UKM-nya supaya fasih berbahasa Indonesia dan membuka lembaga bahasa Indonesia, agar penetrasi pasar Thailand efektif memasuki pasar Indonesia.

Id menyebut beberapa faktor yang membuat produk-produk Indonesia menjadi tidak kompetitif di tingkat global, seperti biaya logistik maupun transportasi yang mencapai 30 sampai 40 persen dari harga yang dijual sebuah produk.

Selain itu, Zabadi mengajak kader Nasyiatul Aisyiyah untuk mensyiarkan cinta produk anak negeri. "Kalau kita ingin usaha mikro dan kecil jadi pemenang di negeri sendiri, pakai produk dalam negeri dan kreasi anak negeri," tambahnya.

Menurut Zabadi, jika membeli produk asing, maka sama saja sedang membantu pelaku usaha asing. UMKM membutuhkan keberpihakan anak bangsa dengan mencintai produk anak negeri.

Menariknya, tambah Zabadi, mencintai produk dalam negeri juga bagian dari iman, karena cinta Tanah Air bagian dari iman. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya