Berita

Politik

Fatayat NU Dorong Kaum Ibu Melek Teknologi

JUMAT, 26 AGUSTUS 2016 | 16:08 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pengurus Pusat (PP) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) menggelar focus group discussin (FGD) dan seminar pendidikan keluarga di Gedung Muslimat Nahdlatul Ulama, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, hari ini (Jumat, 26/8).

Ketua Umum Fatayat NU Anggia Ermarini mengungkapkan dengan mengangkat tema Memberdayakan Ibu Muda, Memajukan Indonesia, Fatayat NU ingin mengingatkan peran orang tua dalam tumbuh kembang anak.

"Sebab, saat ini ada banyak tantangan kekinian yang mengancam jati diri dan karakter anak," kata Anggia saat mengisi seminar.


Anggia menyebut,‎ kondisi zaman terus berubah. Salah satu tantangan yang dihadapi para ibu adalah perkembangan teknologi yang begitu pesat. Di era digital sekarang, tugas ibu semakin berat. Kaum ibu dituntut juga ikut melek teknologi. Sebab di tangan para ibu, masa depan generasi penerus bangsa ini bergantung.

Salah satu ekses dari kemajuan tekonolgi informasi, lewat media sosial, internet dan sejenisnya adalah kasus kekerasan terhadap anak yang marak terjadi.

Karenanya, selain dukungan ormas dan lembaga-lembaga non pemerintah, pemerintah juga punya kewajiban memberi bekal kesejahteraan yang maksimal agar kaum ibu dapat menjawab tantangan-tantangan kebangsaan.   

Lewat kaum ibulah, paham radikalisme dan kejahatan seksual yang menyebar lewat teknologi informasi dapat diredam. Sebab, ibu adalah pendidik utama dalam memberikan nilai-nilai kepada anak.

"Syaratnya, para ibu harus mendapatkan hak atas kesehatan dan pendidikan," kata dia.

Puluhan kader Fatayat yang hadir tampak serius mengikuti jalannya diskusi. Selain Anggia,‎ pembicara yang hadir di antaranya Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga Ditjen Paud & Dikmas Kemendikbud Dr Sukiman M.Pd yang membahas tentang quality time keluarga.

Selanjutnya, tema strategi dalam membangun komunikasi positif ke anak dan peran orang tuan sebagai role model bagi anak disampaikan oleh Kepala Bidang Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling Yayasan Trisakti, Dr Yayan.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya