Berita

Politik

Pendanaan Masih Menjadi Kendala Pelayanan BPJS

JUMAT, 26 AGUSTUS 2016 | 07:13 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) adalah institusi yang bertanggungjawab memastikan pelayanan kesehatan berjalan dengan baik.

Hal itu dikatakan Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Ahmad Ansyori dalam dialog publik yang diadakan Komunitas untuk Penataan Kebijakan Publik (Komunal) bertema "Potret Kinerja BPJS Kesehatan dan Urgensi Subsidi dana PMN," di Jakarta, Kamis (25/8).

Menurut Ahmad Ansyori, selama ini setidaknya, program jaminan sosial ini telah memberikan manfaat yang luar biasa bagi masyarakat.


"Sekarang sudah ada 167 juta penduduk indonesia yang sudah masuk sistem jaminan BPJS Kesehatan. Siapapun sekarang bisa mendapatkan layanan kesehatan, walau harus diakui masih ada yang belum memuaskan," katanya.

Ahmad Ansyori juga menambahkan bahwa berdasarkan survei DJSN, dari 1.500 responden, diketahui bahwa tingkat kepuasan pengguna BPJS berkisar di angka 74 persen.

Namun jelas dia, semua berharap kepuasan masyarakat terus meningkat, karena betapaun kecilnya orang yang tidak puas, itu harus diatasi.

Ia menambahkan, salah satu tantangan peningkatan pelayanan BPJS adalah pendanaan jaminan sosial yang masih belum berimbang atau ketidakcukupan dana.

"Pada dasarnya BPJS Kesehatan tidak dibuat untuk merugi, atau kekurangan. Namun dalam kondisi kekurangan dana, maka pemerintah bisa melakukan tindakan tertentu. Pemerintah bisa melakukan beberapa tindakan khusus yang diperlukan seperti penyesuaian dana operasional, penyesuaian manfaat, atau pemberian dana tambahan," ungkapnya.

Di forum yang sama, Kordinator Nasional Masyarakat Peduli BPJS (MPBPJS),Hery Susanto, mengatakan bahwa problem yang terjadi pada BPJS adalah fasilitas dan pelayanan kesehatan RS mitra BPJS. Menurutnya, salah satu penyebab dari buruknya fasilitas itu tidak terlepas dari masalah keuangan. RS mitra BPJS gunakan orang sakit sebagai bisnis bukan mengutamakan tanggung jawab pelayanannya. Ini yang buat defisit anggaran dan BPJS Kesehatan yang jadi kambing hitam.

"Jika kekurangan pendanaan tidak ditangani secara serius, maka akan makin memperburuk citra BPJS Kesehatan. Apalagi pada tahun 2019 menargetkan semua warga tercover," katanya.

Sedangkan, menurut Anggota  komisi XI DPR RI Aditya Moha, yang juga menjadi pembicara diskusi itu, perlu adanya peningkatan kewenangan BPJS. Menurut politisi Golkar itu, seharusnya BPJS bisa sebagai pelaksana utuh dan sebagai pihak yang mengevaluasi, bukan hanya operator. Yang dialami BPJS, menurutnya disebabkan strukturisasi iuran yang memang tidak match antara input dan output.

"Negara diperbolehkan melakukan subsidi kepada BPJS, namun harus pula realistis, dan dipastikan BPJS nantinya akan mampu meningkatkan kualitas pelayanan," katanya.‎ [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya