Berita

Sri Mulyani/Net

Bisnis

4 Perusahaan Pelat Merah Mau Terbitkan Saham Baru

Direstui DPR Dapat Suntikan Modal Negara
KAMIS, 25 AGUSTUS 2016 | 09:11 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akhirnya mengantongi restu DPR terkait dengan upaya perusahaan pelat merah dalam menerbitkan sa­ham baru (right issue). Right issue ini sebagai konsekuensi pemberian PMN (Penyertaan Modal Negara) Tahun 2016.

Empat perusahaan yang bakal mengantongi PMN Tahun 2016 itu yakni, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) Rp 4 triliun, PT Pem­bangunan Perumahan (PTPP) Rp 2,25 triliun, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) Rp 1,5 triliun, serta PT Jasa Marga Tbk (JSMR) Rp 1,25 triliun.

"Jadi penambahan PMN akan dilakukan melalui right issue, yakni penambahan modal mela­lui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Dipastikan kepemilikan pemerintah nggak akan berubah dan terdelusi," tutur Menteri Keuangan Sri Mulyani di DPR, kemarin.


Sri Mulyani hadir dalam rapat tersebut menggantikan Menteri BUMN Rini M Soemarno yang masih dilarang rapat bersama mitra kerjanya di DPR. Sri mengatakan, meski dalam Angga­ran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) disebut­kan ada pemotongan anggaran, namun hal ini tidak berpengaruh terhadap PMN.

"Kami tidak melakukannya (pemotongan anggaran untuk PMN) karena PMN ini terkait program pembangunan in­frastruktur. Tinggal bagaimana pengelolaannya secara multi­years atas program-program in­frastruktur," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, pihaknya juga setu­ju dengan anggota dewan bahwa penggunaan dana PMN terus dipantau agar sesuai dengan business plan masing-masing perusahaan.

"Karena ini uang dari rakyat, jadi wajar dilakukan peman­tauan agar sesuai dengan bisnis plan-nya dan bisa dipertang­gungjawabkan penggunannya. Serta bagaimana dikelola dengan baik dan efisien," kata Sri Mulyani.

Terkait mekanisme pengguaan dana PMN juga akan dibicara­kan lebih lanjut dengan Menteri BUMN. Mantan Managing Director World Bank itu menegaskan, pelaksanaan right issue juga sudah sesuai dengan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang penambahan modal pe­rusahaan BUMN terbuka.

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Ke­menterian BUMN Aloysius Kiik Ro sebelumnya menjelaskan, potensi pengumpulan dana Rp 14,3 triliun itu berasal dari PMN pemerintah sebesar Rp 9 triliun, dan sisanya Rp 5,3 triliun dari investor publik.

"Harus selesai segera, bisa di kuartal IV, yakni Oktober sampai dengan akhir tahun ini. Kita akan rapatkan lagi Jumat ini," kata Aloysius.

Namun Komisi VI DPR me­negaskan, agar dana PMN yang diberikan melalui skema right issue tersebut sesuai dengan ko­ridornya alias tidak melenceng dari business plan perseroan. Anggota Komisi VI Zulfanindar meminta, agar masing-masing BUMN yang akan melakukan right issue bisa merinci lebih detail terkait program yang di­jalankan dengan menggunakan dana PMN.

"Kami minta rincian program. Soalnya ada rencana pembangunan tol, tapi itu (wilayahnya) bukan prioritas. Seandainya itu tetap ada, mubazir. Saran saya, bisa direvisi lagi," katanya.

Anggota Komisi VI DPR Bambang Haryo mengatakan, right issue disetujui sebagai konsekuensi pemberian PMN. Namun, dengan beberapa cata­tan. Yakni, tidak untuk dia­lokasikan pada proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, baik langsung ataupun tidak.

Selain itu, terdapat satu lagi program BUMN infrastruktur yang bukan program priori­tas pemerintah, yakni pembangunan jalan tol Samarinda-Balikpapan.

"Kalau bisa ini dikoreksi. Masyarakat Samarinda tidak perlu lagi ke Balikpapan dengan jalan tol karena di sana jalan biasanya saja, load factor-nya (kendaraan yang lewat) baru 30 persen. Nanti mubazir," tandas­nya.  ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya