Berita

Nusantara

Kenaikan Harga Rokok Harus Dibarengi Dengan Upaya Menghilangkan Kecanduan

KAMIS, 25 AGUSTUS 2016 | 07:14 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pemerintah diminta agar memberlakukan harga rokok sesuai dengan semangat untuk mengendalikan konsumsinya, terutama kepada anak-anak dan masyarakat ekonomi ke bawah.

"Selama ini rokok memberikan kontribusi besar pada penyakit kanker, penyakit jantung, dan tingginya beban kesehatan masyarakat. Peringatan pemerintah yang ditampilkan di tiap bungkus rokok tidak mempan," kata  Anggota Komisi IX DPR RI Adang Sudrajat, Kamis (25/8).

Menurut dokter lulusan Universitas Padjajaran Bandung ini, perlu kebijakan tajam agar pengendalian rokok dilakukan pada masyarakat yang sudah begitu akut akan konsumsi rokok.


Dengan mengabaikan faktor kesehatan tersebut, Adang menilai portofolio keluarga Indonesia akan semakin buruk.

"Rendahnya ilmu pengetahuan generasi muda, akan dibarengi dengan kondisi mal nutrisi atau stunting (bayi pendek). Generasi muda Indonesia, jika lemah pendidikan dan kesehatannya, maka bonus demografi negara ini akan hilang dengan percuma," ujar Legislator PKS dari dapil Jabar II ini.

Oleh karena itu, tambah Adang, Fraksi PKS mendorong agar pemerintah mengeluarkan instrumen kebijakan yang komprehensif. Instrumen kebijakan menaikan cukai rokok ini, jelas Adang, harus dibarengi dengan upaya edukasi masyarakat untuk menghilangkan kecanduan akan rokok.

"Yaitu, dengan cara mengoptimalkan pusat-pusat pelayanan kesehatan seperti Puskesmas, klinik-klinik atau pelayanan kesehatan lainnya dengan adanya insentif kesehatan khusus untuk pecandu rokok, yang sumber dananya bisa diambil dari kenaikan tarif cukai hasil tembakau tersebut," papar Adang. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya