Berita

Ahok di MK/Net

Politik

Tim Pemenangan Sebenarnya Ingin Ahok Cuti Kampanye

RABU, 24 AGUSTUS 2016 | 18:35 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Tim pemenangan Basuki T. Purnama alias Ahok sebenarnya ingin calon gubernur incumbent tersebut cuti saat masa kampanye Pemilihan Gubernur DKI Jakarta.

Dengan demikian, Ahok bisa memanfaatkan cuti tersebut untuk kampanye pemenangan dan mengkomunikasi perubahan yang sudah dilakukan tapi belum tersampaikan dengan baik kepada rakyat Jakarta.

Juru Bicara Tim Pemenangan Ahok, Raja Juli Antoni menyampaikan hal itu dalam keterangan persnya (Rabu, 24/8). Hal ini terkait langkah Ahok mengajukan judicial review ke MK atas Pasal 70 ayat 3 UU Pilkada 10/2016 soal cuti sebagai pilihan (opsional) bagi petahana yang tidak mau melakukan kampanye dengan alasan yang masuk akal dan kuat.


Masa kampanye Pilkada DKI mulai 26 Oktober 2016 sampai 11 Februari 2017 dan dilanjutakan dua bulan kemudian bila tidak ada kandidat yang memenangkan suara rakyat lebih dari lima puluh persen pada putaran pertama.

Namun, dia menambahkan, Ahok bukan seorang pemimpin yang memiliki ambisi kekuasaan pribadi. Mantan Bupati Belitung Timur itu justru memikirkan nasib rakyat Jakarta dan kelancaran pembangunan Jakarta bila harus cuti selama enam bulan ketika proses pemilihan gubernur terjadi dua putaran. Karena banyak hal yang bisa terjadi dalam kurun waktu enam bulan.

"Ingat, itu adalah masa-masa pembahasan APBD 2017. Siapa yang bisa menjamin kasus 'begal APBD' tidak akan tejadi lagi kalau tidak ada Pak Ahok yang memplototi halaman demi halaman RAPBD itu? Ingat  'dana siluman' Rp 12T untuk UPS kan? Siapa yang dapat menjamin KJP dan KJS yang dinikmati rakyat miskin selama ini akan tetap menjadi milik mereka tahun depan kalau tidak diawasi langsung oleh Pak Ahok," tegas Toni.

Apalagi kalau Djarot Saiful Hidayat jadi berpasangan dengan Ahok dan Sekda DKI Saefullah bersandingan dengan Sandiaga Uno. "Jakarta tidak ada yang memimpin. Siapa yang senang dengan kondisi ini kalau bukan para 'begal' APBD," sambung Toni.

Selain itu, bulan Oktober, Desember dan Januari, Jakarta memasuki musim hujan dengan curah yang sangat tinggi yang potensial menyebabkan banjir. Ahok tidak mau mengulangi banjir Januari 2013 di mana ia dan Jokowi baru menjabat dan tidak mengetahui benar kondisi Jakarta saat masuk musim penghujan. Karena itu, dalam bulan-bulan itu Ahok merasa perlu melakukan  tindakan preventif dan penjagaan agar Jakarta tidak banjir.

Mengenai kekhawatiran Ahok akan mempergunakan fasilitas negara untuk kampanye bila tidak cuti, Toni menegaskan jagoannya tersebut siap didiskualisilasi oleh pihak berwenang bila melakukan itu.

"Kalau diberikan hak untuk tidak cuti, Pak Ahok akan penuh waktu bekerja di Balai Kota untuk rakyat. Enggak akan kampanye. Semua media akan memantau apakah Pak Ahok melakukan abuse of power dan misuse of power. Tinggal lapor KPU dan Bawaslu. Siap didiskualifikasi kalau itu terjadi," pungkas Toni. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya