Berita

Buya Syafi'i Maarif/Net

Politik

Buya Syafii Maarif Alihkan Dukungan ke Rizal Ramli, Beredar Luas

RABU, 24 AGUSTUS 2016 | 13:20 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Di tengah politik Jakarta yang semakin dinamis, beredar di sosial media soal sikap mantan Ketua Umum PP Muhamadiyah Ahmad Syafii Maarif. Sikap Buya Syafii ini datang melalui informasi dari Ken Ken alias Zeng Wei Jian.

Belum diketahui secara jelas siapa sebenarnya Ken Ken. Namun infomasi dari Ken Ken sudah menyebar.

Pengakuan Ken, ia bertemu dengan beberapa mantan aktivis Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) yang mengatakan bahwa Buya Syafiie Ma’arif sudah bertemu dengan Rizal Ramli (RR) dan menarik dukungan dari Ahok. Ken juga mengaku sudah mengkonfirmasi dukungan Buya ini kepada Kasino, yang merupakan asisten pribadi RR.


Ken juga mengaku mencatat sejumlah tokoh yang mendukung RR. Diantaranya Lily Wahid dan Gus Solah. Bahkan, Ken mengaku mendapat kabar dari orang Golkar bahwa Aburizal Bakrie juga tidak mendukung Ahok.

Ini lah pesan berantai yang disebutkan dari Ken Ken:

Tadi saya ketemu beberapa kawan ex aktifis Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah. Kita ngobrol seputar Situasi Nasional dan Ahok.

Menurut kawan itu, Buya Syafiie Ma’arif sudah ketemu Rizal Ramli (RR). Buya menarik dukungannya dari Ahok dan dukung RR. Saya kira Ahok benar-benar terjun bebas. Bapak Amien Rais sudah merilis pernyataan keras kontra Ahok.

Kasino (asisten pribadi RR) mengkonfirmasi soal dukungan Buya Ma’arif kepada RR. Saya mencatat, Lily Wahid & Gus Solah sudah terbuka dukung RR. NU hampir bulat dukung RR dan anti Ahok. Dengan dukungan Buya Ma’arif, berarti sikap Muhamadiyah semakin jelas kontra Ahok. Bpk Din Samsudin sudah beberapa kali nyatakan kritik terhadap Ahok.

Selain soal RR, saya juga diskusi soal kabar deal antara Mami Mega dengan istana. Ternyata selain soal BG & Ahok, nama Menteri Rini pun masuk daftar yang diminta diganti. Istana minta Ahok untuk DKI & copot Rini. Bila Ibu Megawati setuju maka BG akan gantiin Sutiyoso sebagai Kepala BIN. Kasian Bang Yos (Sutiyoso-red) dia nggak punya cantolan yak.

Seorang kawan dari Golkar nyatakan Ical (Aburizal Bakrie) ngga suka banget sama Ahok. Konfirm dukungan Golkar kepada Ahok cuma dari klik Setnov. Klik lain akan bubarkan sikap golkar kepada Ahok. Hanura selesai. Wiranto sendiri diam-diam akui bahwa minimal 70% kader Hanura anti Ahok.

Ahok tampaknya ngerti bahwa Golkar akan pecah. Hanura masih pusing tentukan sikap. Sekalipun mereka sudah berpikir tidak mau ikut Ahok ke jurang kehancuran. Golkar bakal pecah dan tarik dukungan. Karena itu, PDI-P jadi solusi bagi Ahok.

Risma sulit diusung PDI-P. Bu Mega ga berani berjudi dengan tarik Risma dan kehilangan Jawa Timur. Seorang elite ingin amankan Jatim dengan usaha oper Risma ke Jakarta. Tapi Bu Megawati ngga berani.

Ada pemikiran Demokrat usung Risma untuk amankan Genk Sukarwo di Jatim. Tanpa dukungan PDI-P, Risma sulit menang juga di Jakarta. Jadi perjudian itu agak berat. Semua pihak masih berhitung.

Yg pasti adalah elektabilitas Ahok cuma 20 persen berdasarkan survei tertutup internal semua partai politik. Dan itu sangat tidak bagus. Incumbent mesti kantongi minimal 61 persen untuk aman. Foke saja yg elektabilitasnya tinggi bisa kalah. Apalagi Ahok saat ini.

Saya tidak mengerti mengapa parpol tidak ada satu pun yang condong usung Yusril Ihza Mahendra alias YIM, padahal dukungan YIM di Utara menguat.
[ysa]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya