Berita

Siti Nurbaya/Net

Bisnis

Mengapa Bu Menteri Tidak Mau Buka Kasus 23 Perusahaan Pembakar Hutan

RABU, 24 AGUSTUS 2016 | 12:39 WIB | LAPORAN:

Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLKH) Siti Nurbaya seharusnya membuka kasus 23 perusahaan yang diberi sanksi karena terbukti membakar hutan kepada publik.

Demikian dikatakan peneliti hukum dari Yayasan Auriga, Syahrul Fitra kepada Kantor Berita Politik RMOL, baru-baru ini.

Seperti diketahui, 23 perusahaan itu telah dijatuhkan sanksi oleh KLKH pada 2015 lalu. Namun 17 perusahaan di antaranya telah mendapat  Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) dari Polda Riau


"Sudah beberapa kali desakan disampaikan ke bu Menteri untuk membuka kasus ini tapi tidak pernah terjadi," bebernya.

Menurut Syahrul, KLKH seharusnya menjelaskan secara terperinci tolak ukur dan metode penilaian yang digunakan pemerintah saat menjatuhkan sanksi kepada 23 perusahaan itu.

"Tapi persoalan akuntabilitas pada penanganan kasus itu bisa dikatakan tidak transparan," katanya.
    
Lebih lanjut Syahrul menegaskan, saat ini masih banyak masyarakat yang mengandalkan hutan sebagai rumah dan mata pencaharian. Karena itu mereka perlu tahu kategori untuk sanksi pembakaran hutan dan lahan tanpa prosedur.

Bila tidak ada informasi jelas dari KLKH, imbuhnya, dikhawatirkan masyarakat penghuni hutan bisa tergusur oleh perusahaan besar yang mengekploitas hutan dengan bekal izin yang dikeluarkan oleh pemerintah.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya