Berita

Wanto Sugito/Net

Politik

Repdem: Ahok Menghina PDIP Sebagai Partai Besar

SELASA, 23 AGUSTUS 2016 | 06:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kesal dengan perilaku politik yang dipertontonkan Basuki T. Purnama. Gubernur DKI Jakarta yang berniat kembali maju di Pilgub mendatang tersebut bahkan dianggap mempermainkan partai terbesar di Indonesia ini.

Ketua DPN Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), Wanto Sugito, menegaskan kalau Ahok ingin didukung PDI Perjuangan sebagai calon gubernur, dia harus ikut sistem. Yaitu, mendaftar serta ikut uji kepatutan dan kelayakan.

"Ini partai besar, partai ideologis, punya sistem. Semua harus ikut sistem. Ahok sangat menghina PDI Perjuangan dengan mengklaim hasil obrolannya dengan Ibu Megawati," tegas Wanto Sugito pagi ini (Selasa, 23/8).


Bukannya mendaftar, Ahok malah mengaku tidak meminta dukungan PDI Perjuangan saat bertemu Megawati Soekarnoputri Rabu lalu (17/8). Kepada Ketua Umum DPP PDI Perjuangan itu, sebagaimana disampaikannya kepada pers, Ahok menjelaskan dirinya hanya meminta Djarot Saiful Hidayat untuk menjadi calon wakilnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan Ahok tersebut sama sekali di luar logika. Karena bagaimana mungkin merestui Djarot sementara dia tidak meminta dukungan PDI Perjuangan.

"Itu artinya, Ahok ingin PDI Perjuangan hanya menjadi 'penonton'. Karena kalau seandainya kenginannya dipenuhi (Djarot jadi wakilnya), kan tidak mungkin lagi PDI Perjuangan mengusung calon lain. Masak ada dua kader PDI Perjuangan yang berkompetisi," ungkapnya.

Tak hanya itu, dia melihat, Ahok juga ingin memecah belah PDIP. Karena Ahok sendiri pasti sudah tahu, bahwa banyak kader PDIP yang tidak mendukungnya. Karena itu lah dia ngotot untuk menggaet Djarot.

"Ingat, PDI Perjuangan tanpa koalisi bisa mengusung pasangan calon. Ahok jangan mencoba-coba mempermainkan PDI Perjuangan. Banyak kader PDI Perjuangan yang bagus untuk ditarungkan dengan Ahok," tegasnya.

Tokoh muda yang akrab disapa Bung Klutuk ini setuju dan mendukung sikap Djarot yang menegaskan bahwa dirinya adalah kader partai dan akan ikut keputusan partai. Karena itu, Wanto mengingatkan Ahok jangan lagi menarik-narik Djarot secara personal.

"Sikap Pak Djarot yang menunggu keputusan Ibu Megawati sudah tepat. Karena Megawati sudah pasti tahu siapa yang paling layak diusung. Apalagi yang mempunyai mandat untuk menentukan (pasangan calon) adalah ketua umum. Ahok harus tahu itu," tandasnya.

Sementara itu, terkait kepemimpinannya, Bung Klutuk mengingatkan jika Ahok mengaku menjalankan Pancasila sebagai ideologi kebangsaan, harusnya dia juga menerapkan semua sila yang ada dalam Pancasila.

"Sila kelima Pancasila jelas, berbicara tentang keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Termasuk rakyat yang selalu digusur dengan kekerasan. jika dianggap melanggar karena menempati tanah negara, Ahok harusnya berdiskusi dari hati ke hati sehingga tak muncul kekerasan saat penggusuran terjadi. Jangan keras kepala, ini NKRI yang falsafah kebangsaannya jelas berideologi Pancasila," tutup Wanto. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya